Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab baru, atau lainnya.
Kapan waktu kejadiannya? Siapa
yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?
Di
desa tempat saya tinggal pada tahun 2019, ada seorang anak kelas 6 SD masih
belum bisa membaca, lebih tepatnya mengenal huruf saja belum mampu, orang tua
nya bercerita sudah beberapa kali gonta ganti guru les privat tapi belum ada
yang berhasil mengajarinya, kebetulan selain mengajar di sekolah saya juga
membuka les privat di rumah yang saya beri nama bimbel kusbandiyah, sehingga
pada akhirnya saya mencoba untuk memberanikan merekrut anak terus untuk saya
didik. Saya merasa kasihan dengan anak yang pada usia kurang lebih12 tahun
belum bisa membaca, saya merasa bagaimana kedepannya tanpa bisa membaca, dia
hanya kesulitan membaca sedangkan yang lain semuanya normal bahkan dia seperti
orang biasa yang tidak ada kekurangan. Dia mempunyai cita-cita ingin menjadi
TNI AD.
Hal apa yang menjadi fokus
pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai
hasil pengembangan yang diharapkan.
Saya
memutuskan akan berusaha sekuatnya untuk bisa membantu anak agar bisa membaca,
dengan cita-cita untuk menjadi TNI, tidak bisa membaca akan menjadi kendala
dalam pencapaian cita-cita. Saya berdiskusi dengan pihak keluarga untuk waktu
belajar tiga hari dalam seminggu, hari jumat sampai hari minggu pada pukul
15.00 wib 17.00 wib, dan pihak keluarga menyetujui, memang pihak keluarga
hampir putus asa dengan kendala yang dihadapi. Pihak keluarga menanyakan bagian
administrasi dan saya hanya menjawab, jangan pikirkan dulu masalah
administrasi, kita focus dengan perkembangan anak, kita lihat dulu apakah ada
perubahan atau tidak, jujur saja dalam hati kecil saya juga bertanya-tanya
apakah saya mampu membantu anak ini. Pada pertemuan pertama saya mulai memperhatikan
dengan teliti kondisi anak, ternyata memang benar dia masih seperti anak yang
belum sekolah, saya mencoba mengajarkan huruf A-F, saya ulangi beberapa kali
bahkan lebih dari 10 kali saya ulangi tapi ternyata dia tetap tidak ada yang
bisa dikenali satupun huruf itu tapi bisa hafal dalam pengucapan
Dukungan apa saja yang Anda
berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara
Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan
motivasi orang tersebut?
Sebelum
belajar yang harus saya salurkan pertama kali adalah semangat, jika saya
semangat maka akan ada energy yang tersampaikan untuk anak tersebut semangat.
Dari cerita yang disampaikan dia sering dimarah oleh kedua orang tuanya karena
orang tuanya mengajari tetap tidak ada hasilnya sedikitpun, dari sini juga
harus bersikap hangat terhadap anak ini dalam mengajari anak, jika kita tidak
sabar dan marah-marah otomatis akan berpengaruh dengan psikologi anak. Dari
pengalaman pertemuan pertama saya mencari-cari di internet kenapa anak sulit
membaca. berdasarkan yang saya baca, yang paling mendekati untuk perkiraan
sementara adalah anak ini mengalami disleksia. anak yang sulit untuk bisa
membaca tapi mempunyai IQ yang normal sekitar 90-110. disleksia masih memiliki
penalaran yang baik, logika baik, serta kemampuan analisis yang baik. Saya
mencari metode-metode yang pas untuk mengajari anak ini, metode yang pertama
saya lakukan dengan mengajarkan anak dengan metode mengenalkan huruf pada
sesuatu yang dia tahu, misalnya huruf D (ini adalah huruf D atau anda bisa
menyebutnya dengan dedi, apakah kamu tahu Dedi ?) tentu dia menjawab tahu, dedi
adalah bapak saya, sehingga dia mulai mengingat bahwa D adalah Dedi bapaknya.
Selain dengan metode itu saya juga memberi flashcard khusus untuk dia,
flashcard adalah kartu yang berisi huruf alphabet yang di lengkapi dengan
permisalan, contohnya huruf A adalah Anggur, dengan apa yang dia lihat pada
Flashcard juga akan ikut mendukung dia mengenali huruf yang saya beli secara online
dan harus menunggu seminggu baru nyampai karena di tempat kami tidak ada yang
menjual flashcard. Saya juga menggunakan metode aplikasi youtube, menonton
sambal belajar. Dengan beberapa metode yang saya sampai memang masih lambat
perkembangannya tapi setidaknya ada perkembangan dan tentu juga harus terus
memotivasi anak ini untuk terus tetap semangat belajar agar nanti bisa menjadi
TNI seperti yang di cita-citakan.
Bagaimana hasilnya?
hampir
dua tahun belajar dengan saya, dan alhamdulillah apa yang saya takutkan
sebelumnya tidak terjadi, saya berhasil membuat dia bisa membaca, walaupun dua
tahun belajar dengan saya masih sebagaian yang sudah bisa membacanya tanpa
mengeja, untuk kata-kata yang agak sulit ataupun Panjang, dia masih mengeja,
tentu ini menjadi pencapaian yang luar biasa bisa membantu anak yang seperti
ini, yang sebelumnya belum pernah saya temukan dan orang tuanya setidaknya bisa
bernafas sedikit lega, karena beberapa kondisi akhirnya anak itu saya
kembalikan kepada orang tuanya untuk melanjutkan dan melancarkannya dalam
membaca.