Rabu, 14 Juni 2023

Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab baru, atau lainnya.

Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab baru, atau lainnya.

Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?

Di desa tempat saya tinggal pada tahun 2019, ada seorang anak kelas 6 SD masih belum bisa membaca, lebih tepatnya mengenal huruf saja belum mampu, orang tua nya bercerita sudah beberapa kali gonta ganti guru les privat tapi belum ada yang berhasil mengajarinya, kebetulan selain mengajar di sekolah saya juga membuka les privat di rumah yang saya beri nama bimbel kusbandiyah, sehingga pada akhirnya saya mencoba untuk memberanikan merekrut anak terus untuk saya didik. Saya merasa kasihan dengan anak yang pada usia kurang lebih12 tahun belum bisa membaca, saya merasa bagaimana kedepannya tanpa bisa membaca, dia hanya kesulitan membaca sedangkan yang lain semuanya normal bahkan dia seperti orang biasa yang tidak ada kekurangan. Dia mempunyai cita-cita ingin menjadi TNI AD.

Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang diharapkan.

Saya memutuskan akan berusaha sekuatnya untuk bisa membantu anak agar bisa membaca, dengan cita-cita untuk menjadi TNI, tidak bisa membaca akan menjadi kendala dalam pencapaian cita-cita. Saya berdiskusi dengan pihak keluarga untuk waktu belajar tiga hari dalam seminggu, hari jumat sampai hari minggu pada pukul 15.00 wib 17.00 wib, dan pihak keluarga menyetujui, memang pihak keluarga hampir putus asa dengan kendala yang dihadapi. Pihak keluarga menanyakan bagian administrasi dan saya hanya menjawab, jangan pikirkan dulu masalah administrasi, kita focus dengan perkembangan anak, kita lihat dulu apakah ada perubahan atau tidak, jujur saja dalam hati kecil saya juga bertanya-tanya apakah saya mampu membantu anak ini. Pada pertemuan pertama saya mulai memperhatikan dengan teliti kondisi anak, ternyata memang benar dia masih seperti anak yang belum sekolah, saya mencoba mengajarkan huruf A-F, saya ulangi beberapa kali bahkan lebih dari 10 kali saya ulangi tapi ternyata dia tetap tidak ada yang bisa dikenali satupun huruf itu tapi bisa hafal dalam pengucapan

Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?

Sebelum belajar yang harus saya salurkan pertama kali adalah semangat, jika saya semangat maka akan ada energy yang tersampaikan untuk anak tersebut semangat. Dari cerita yang disampaikan dia sering dimarah oleh kedua orang tuanya karena orang tuanya mengajari tetap tidak ada hasilnya sedikitpun, dari sini juga harus bersikap hangat terhadap anak ini dalam mengajari anak, jika kita tidak sabar dan marah-marah otomatis akan berpengaruh dengan psikologi anak. Dari pengalaman pertemuan pertama saya mencari-cari di internet kenapa anak sulit membaca. berdasarkan yang saya baca, yang paling mendekati untuk perkiraan sementara adalah anak ini mengalami disleksia. anak yang sulit untuk bisa membaca tapi mempunyai IQ yang normal sekitar 90-110. disleksia masih memiliki penalaran yang baik, logika baik, serta kemampuan analisis yang baik. Saya mencari metode-metode yang pas untuk mengajari anak ini, metode yang pertama saya lakukan dengan mengajarkan anak dengan metode mengenalkan huruf pada sesuatu yang dia tahu, misalnya huruf D (ini adalah huruf D atau anda bisa menyebutnya dengan dedi, apakah kamu tahu Dedi ?) tentu dia menjawab tahu, dedi adalah bapak saya, sehingga dia mulai mengingat bahwa D adalah Dedi bapaknya. Selain dengan metode itu saya juga memberi flashcard khusus untuk dia, flashcard adalah kartu yang berisi huruf alphabet yang di lengkapi dengan permisalan, contohnya huruf A adalah Anggur, dengan apa yang dia lihat pada Flashcard juga akan ikut mendukung dia mengenali huruf yang saya beli secara online dan harus menunggu seminggu baru nyampai karena di tempat kami tidak ada yang menjual flashcard. Saya juga menggunakan metode aplikasi youtube, menonton sambal belajar. Dengan beberapa metode yang saya sampai memang masih lambat perkembangannya tapi setidaknya ada perkembangan dan tentu juga harus terus memotivasi anak ini untuk terus tetap semangat belajar agar nanti bisa menjadi TNI seperti yang di cita-citakan.

Bagaimana hasilnya?

hampir dua tahun belajar dengan saya, dan alhamdulillah apa yang saya takutkan sebelumnya tidak terjadi, saya berhasil membuat dia bisa membaca, walaupun dua tahun belajar dengan saya masih sebagaian yang sudah bisa membacanya tanpa mengeja, untuk kata-kata yang agak sulit ataupun Panjang, dia masih mengeja, tentu ini menjadi pencapaian yang luar biasa bisa membantu anak yang seperti ini, yang sebelumnya belum pernah saya temukan dan orang tuanya setidaknya bisa bernafas sedikit lega, karena beberapa kondisi akhirnya anak itu saya kembalikan kepada orang tuanya untuk melanjutkan dan melancarkannya dalam membaca.

Tidak ada komentar: