Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan. Ceritakan kesulitan yang Anda alami saat bekerja sama dengan pihak lain (misalnya rekan sejawat, pimpinan di sekolah, orangtua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuka agama, instansi, maupun lainnya) guna menimbulkan kesadaran dan kesediaan agar mereka berkomitmen membantu Anda mencapai tujuan bersama.
Kapan waktu kejadiannya?
Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk
bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!
Saya
juga seorang guru di sekolah swasta di daerah tempat tinggal saya, sekolah
swasta yang terdiri dari hampir 90% anak-anak yang bermasalah dengan mempunyai
sikap bagi saya di luar batas, sekolah umum yang yang hampir sama dengan
Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkahnya tapi memang kenyataannya sekolah ini sangat
luar biasa. Saya menjadi bagian dari sekolah ini sejak tahun 2016 sampai
sekarang. Anak-anak yang sulit dijelaskan, jika kita berharap menjadi guru
disini untuk dihargai dan dihormati sebagai guru layaknya seperti
sekolah-sekolah ternama maka itu tidak kan pernah terjadi, jauhkanlah pikiran
seperti itu. Jika tetap berpikiran seperti itu maka saya yakin siapaun yang
mengajar di sini tidak akan mampu bertahan. Mereka sebagaian adalah anak-anak
yang pindahan dari sekolah ternama yang dikeluarkan karena mereka tidak mampu
lagi untuk mendidiknya. Jika mereka dikeluarkan itu berarti mereka mempunya masalah
yang luar biasa dan sekolah ini menampung semua anak yang bermasalah besar dan
seluruh anak yang bermasalah besar ini disatukan menjadi sungguh luar biasa.
Betapa sulitnya menghadapi anak-anak yang suka berkelahi, merokok, membangkang,
narkoba, mencuri, di tambah lagi dengan sikap yang kasar, keras bahkan ada yang
keluar dari penjara. Kami sebagai dewan guru harus bekerja sama dengan baik
untuk mengatasi mereka tapi terkadang pendapat kami berlainan sehingga memilih
dengan jalan masing-masing untuk mengatasi mereka di tambah lagi dengan kondisi
pihak wali murid sulit untuk di ajak bekerja sama.
Kesulitan apa saja yang Anda
hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi
dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa
yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
Untuk
pertama kali memasukki sekolah ini dan menghadapi kumpulan anak-anak yang
bermasalah jelas akan sulit bagiku, apalagi saya adalah lulusan Pendidikan
matematika yang baru dan belum mempunyai pengalaman untuk menghadapi anak-anak
yang sangat luar biasa ini tapi seiring waktu berjalan dari 2016 sampai
sekarang saya bertahan di sekolah ini. Ada banyak hal yang membuat kondisi yang
semakin sulit, seharusnya dengan menghadapi kondisi anak seperti ini pihak
sekolah harus bekerja sama dengan baik untuk mendidik anak-anak agar
mendapatkan perubahan kearah positif tapi ada sebagain wali murid tidak bisa
diajak kerja sama dengan beberapa kondisi orang tua yang mempunyai tingkat
Pendidikan yang rendah, kurang memperhatikan anak dan orang tua yang mempunyai
kondisi sikap yang hampir sama dengan anak sehingga sebagian orang tua ini
sulit untuk membedakan bahwa anaknya melakukan kesalahan sedangkan mereka
sendiri tidak mengerti dengan perbedaan salah dan benar. Seperti anaknya
merokok, membangkang, berkata kasar, dan tidak pernah masuk sekolah tapi pihak
wali murid membiarkan mereka dengan menganggap itu biasa atau dalam kondisi
orang tua atau wali murid sudah menyerah menghadapi anaknya sehingga mereka
menyerahkannya kepada kami dan yang paling sulit adalah Ketika anaknya salah
dan ditegur oleh pihak guru dan orang tua/wali murid tidak setuju dengan
peneguran itu. Pada hal untuk menghadapi anaik-anak seperti ini sangat
diperluhkan kerja sama yang baik dari pihak sekolah dan pihak keluarga.
Sehingga kami tetap berjuang setiap hari memberikan yang terbaik untuk mereka
agar mereka mendapatkan ilmu mata pelajran di sekolah dan perubahan kearah yang
lebih baik. Pada suatu Ketika saat rapat saya mengajuhkan usulan untuk
penambahan trik menghadapi anak-anak ini dengan cara setiap guru dan staf
memegang 2-3 orang siswa untuk melakukan pendekatan secara intens, dan sungguh
luar biasa Ketika kita melakukan pendekatan dengan mereka, kita menemukan bahwa
mereka adalah anak-anak yang mempunyai beban hidup melebihi batas seeorang anak
yang tugasnya adalah belajar dan bermain tapi mereka adalah anak-anak Ketika
pulang sekolah langsung bekerja untuk mendapatkan uang agar bisa pergi ke
sekolah besok harinya ataupun mendapatkan uang untuk belanja. Ada yang kondisi
orang tuanya tunggal, tunggal karena kematian ataupun tunggal karena
perceraian. Setelah melakukan pendekatan secara intens, gurupun berdiskusi
membahas anak-anak yang mereka pegang, ada yang berhasil mendapatkan perubahan
yang signifikat kearah yang positif dan ada juga sulit mendapatkan perubahan,
sehingga anak yang belum ada perubahan kami berusaha mencari jalan keluar yang
lain. Dalam visi misi kami, kami harus tetap melakukan perubahan karena hanya
Kamilah yang berdiri tegak mampu memperbaiki computer rusak yang telah dibuang
menjadi computer yang canggih walapun tidak mencapai 100% target kami tercapai.
Upaya apa saja yang Anda
lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?
Saya
Bersama teman-teman melakukan rapat dengan wali murid, pada rapat ini kami
mulai membahas anak-anak dan program yang akan kami lakukan, setidaknya setelah
masuk ke sekolah ini akan mendapatkan perubahan yang baik. Tentu ini tidak bisa
kami lakukan hanya dari pihak sekolah tapi peran keluarga sangatlah penting. Di
sekolah hanya mampu mengawasi dan mendidik dari jam 08.00 WIB sampai jam 15.00
WIB, selebihnya peran keluarga yang berlaku, untuk mengatasi anak-anak seperti
ini harus penuh perjuangan. Pada saat rapat ada beberapa yang tidak hadir dan
memanggil Kembali beberapa hari setelah rapat untuk membahas kerja sama antara
sekolah dan pihak keluarga. Mengadahkan rapat tentu tidak cukup hanya sekali
ini, ternyata beberapa keluarga masih menganggap remeh dengan kondisi anak,
sehingga kami tetap mengalami kesulitan. Salah satu kesulitan yang terjadi
untuk mendisiplinkan anak tentang kerapian, anak dibiarkan kesekolah dengan
pakaian yang robek-robek. Bukankah jika keluarga mengerti, anak tidak
diperbolehkan menggunakan celana yang robek seperti anak fank. Maka ambillah
celana itu dan di jahitlah. Sehingga akibat kejadian ini yang kami anggap bahwa
masih kurang dukungan dari keluarga, kami melakukan pertemuan berikutnya untuk
memberikan pengertian atau berbagi ilmu yang seharusnya dilakukan orang tua
sampai mengerti. Pertemuan ini hanya kami panggil untuk orang tua yang kurang
memberikan perhatian yang lebih terhadap siswa. Setiap tahun kami memberlakukan
inovasi-inovasi untuk memberikan perubahan dan dampak yang besar terhadap
anak-anak yang bermasalah, karena dalam beberapa pertimbangan perjuangan
mendidik anak yang bermasalah ini akan tetap berlanjut setiap tahunnya. Sayapun
mulai berpikir adakah sekolah seperti sekolah yang kami hadapi ini, jika
seandainya cerita ini di buat sebuah novel, dunia akan tahu betapa besarnya
perjuangan kami untuk mensukseskan generasi masa depan, jika dilihat dari uang
sebagai upah tentulah sangat tidak setimpal. Sekolah ini harus tetap hidup. Di
sekolah kecil ini, siswa datang dengan berbagai masalah dan dipertemukan dengan
kawan-kawan yang bermasalah hingga suatu Ketika mereka akan mengerti arti dari
manfaat sekolah.
Bagaimana hasilnya?
Dari
sekolah yang kecil, sekolah yang di pandang rendah, sekolah dengan anak-anak
yang penuh masalah, sekolah yang dianggap sebagai tempat pembuangan dari
sekolah-sekolah ternama, tapi dibalik itu semua Kamilah salah satu yang
berperan penting, yang harus mampu, membuat mereka dari sampah yang tak berguna
menjadi sampah yang bernilai jual tinggi, sekolah ini pernah mendapatkan juara
1 lomba KSM (Kompetensi Sains Madrasah) pada tahun 2017 tingkat kabupaten
sehingga lanjut ke tingkat provinsi, dari tahun 2017 hingga terakhir tahun
2022, sekolah ini selalu ada yang masuk zona 3 besar di dalam tingkat
kabupaten. Pada tahun 2022 ada 2 mata pelajaran yang tembus ke provinsi. Ada
juga dari anak yang dikeluarkan dari sekolah menjadi mayoret drumband dan
lulusannya pun ada yang kuliah, bahkan ada yang bekerja di luar pulau, di sini
menunjukkan kami berhasil mendidik akhlak mereka sehingga mereka mampu berguna
bagi keluarga dan masyarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar