Rabu, 14 Juni 2023

Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan. Ceritakan kesulitan yang Anda alami saat bekerja sama dengan pihak lain (misalnya rekan sejawat, pimpinan di sekolah, orangtua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuka agama, instansi, maupun lainnya) guna menimbulkan kesadaran dan kesediaan agar mereka berkomitmen membantu Anda mencapai tujuan bersama.

 Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan. Ceritakan kesulitan yang Anda alami saat bekerja sama dengan pihak lain (misalnya rekan sejawat, pimpinan di sekolah, orangtua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuka agama, instansi, maupun lainnya) guna menimbulkan kesadaran dan kesediaan agar mereka berkomitmen membantu Anda mencapai tujuan bersama.

Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!

Saya juga seorang guru di sekolah swasta di daerah tempat tinggal saya, sekolah swasta yang terdiri dari hampir 90% anak-anak yang bermasalah dengan mempunyai sikap bagi saya di luar batas, sekolah umum yang yang hampir sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkahnya tapi memang kenyataannya sekolah ini sangat luar biasa. Saya menjadi bagian dari sekolah ini sejak tahun 2016 sampai sekarang. Anak-anak yang sulit dijelaskan, jika kita berharap menjadi guru disini untuk dihargai dan dihormati sebagai guru layaknya seperti sekolah-sekolah ternama maka itu tidak kan pernah terjadi, jauhkanlah pikiran seperti itu. Jika tetap berpikiran seperti itu maka saya yakin siapaun yang mengajar di sini tidak akan mampu bertahan. Mereka sebagaian adalah anak-anak yang pindahan dari sekolah ternama yang dikeluarkan karena mereka tidak mampu lagi untuk mendidiknya. Jika mereka dikeluarkan itu berarti mereka mempunya masalah yang luar biasa dan sekolah ini menampung semua anak yang bermasalah besar dan seluruh anak yang bermasalah besar ini disatukan menjadi sungguh luar biasa. Betapa sulitnya menghadapi anak-anak yang suka berkelahi, merokok, membangkang, narkoba, mencuri, di tambah lagi dengan sikap yang kasar, keras bahkan ada yang keluar dari penjara. Kami sebagai dewan guru harus bekerja sama dengan baik untuk mengatasi mereka tapi terkadang pendapat kami berlainan sehingga memilih dengan jalan masing-masing untuk mengatasi mereka di tambah lagi dengan kondisi pihak wali murid sulit untuk di ajak bekerja sama.

Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?

Untuk pertama kali memasukki sekolah ini dan menghadapi kumpulan anak-anak yang bermasalah jelas akan sulit bagiku, apalagi saya adalah lulusan Pendidikan matematika yang baru dan belum mempunyai pengalaman untuk menghadapi anak-anak yang sangat luar biasa ini tapi seiring waktu berjalan dari 2016 sampai sekarang saya bertahan di sekolah ini. Ada banyak hal yang membuat kondisi yang semakin sulit, seharusnya dengan menghadapi kondisi anak seperti ini pihak sekolah harus bekerja sama dengan baik untuk mendidik anak-anak agar mendapatkan perubahan kearah positif tapi ada sebagain wali murid tidak bisa diajak kerja sama dengan beberapa kondisi orang tua yang mempunyai tingkat Pendidikan yang rendah, kurang memperhatikan anak dan orang tua yang mempunyai kondisi sikap yang hampir sama dengan anak sehingga sebagian orang tua ini sulit untuk membedakan bahwa anaknya melakukan kesalahan sedangkan mereka sendiri tidak mengerti dengan perbedaan salah dan benar. Seperti anaknya merokok, membangkang, berkata kasar, dan tidak pernah masuk sekolah tapi pihak wali murid membiarkan mereka dengan menganggap itu biasa atau dalam kondisi orang tua atau wali murid sudah menyerah menghadapi anaknya sehingga mereka menyerahkannya kepada kami dan yang paling sulit adalah Ketika anaknya salah dan ditegur oleh pihak guru dan orang tua/wali murid tidak setuju dengan peneguran itu. Pada hal untuk menghadapi anaik-anak seperti ini sangat diperluhkan kerja sama yang baik dari pihak sekolah dan pihak keluarga. Sehingga kami tetap berjuang setiap hari memberikan yang terbaik untuk mereka agar mereka mendapatkan ilmu mata pelajran di sekolah dan perubahan kearah yang lebih baik. Pada suatu Ketika saat rapat saya mengajuhkan usulan untuk penambahan trik menghadapi anak-anak ini dengan cara setiap guru dan staf memegang 2-3 orang siswa untuk melakukan pendekatan secara intens, dan sungguh luar biasa Ketika kita melakukan pendekatan dengan mereka, kita menemukan bahwa mereka adalah anak-anak yang mempunyai beban hidup melebihi batas seeorang anak yang tugasnya adalah belajar dan bermain tapi mereka adalah anak-anak Ketika pulang sekolah langsung bekerja untuk mendapatkan uang agar bisa pergi ke sekolah besok harinya ataupun mendapatkan uang untuk belanja. Ada yang kondisi orang tuanya tunggal, tunggal karena kematian ataupun tunggal karena perceraian. Setelah melakukan pendekatan secara intens, gurupun berdiskusi membahas anak-anak yang mereka pegang, ada yang berhasil mendapatkan perubahan yang signifikat kearah yang positif dan ada juga sulit mendapatkan perubahan, sehingga anak yang belum ada perubahan kami berusaha mencari jalan keluar yang lain. Dalam visi misi kami, kami harus tetap melakukan perubahan karena hanya Kamilah yang berdiri tegak mampu memperbaiki computer rusak yang telah dibuang menjadi computer yang canggih walapun tidak mencapai 100% target kami tercapai.

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?

Saya Bersama teman-teman melakukan rapat dengan wali murid, pada rapat ini kami mulai membahas anak-anak dan program yang akan kami lakukan, setidaknya setelah masuk ke sekolah ini akan mendapatkan perubahan yang baik. Tentu ini tidak bisa kami lakukan hanya dari pihak sekolah tapi peran keluarga sangatlah penting. Di sekolah hanya mampu mengawasi dan mendidik dari jam 08.00 WIB sampai jam 15.00 WIB, selebihnya peran keluarga yang berlaku, untuk mengatasi anak-anak seperti ini harus penuh perjuangan. Pada saat rapat ada beberapa yang tidak hadir dan memanggil Kembali beberapa hari setelah rapat untuk membahas kerja sama antara sekolah dan pihak keluarga. Mengadahkan rapat tentu tidak cukup hanya sekali ini, ternyata beberapa keluarga masih menganggap remeh dengan kondisi anak, sehingga kami tetap mengalami kesulitan. Salah satu kesulitan yang terjadi untuk mendisiplinkan anak tentang kerapian, anak dibiarkan kesekolah dengan pakaian yang robek-robek. Bukankah jika keluarga mengerti, anak tidak diperbolehkan menggunakan celana yang robek seperti anak fank. Maka ambillah celana itu dan di jahitlah. Sehingga akibat kejadian ini yang kami anggap bahwa masih kurang dukungan dari keluarga, kami melakukan pertemuan berikutnya untuk memberikan pengertian atau berbagi ilmu yang seharusnya dilakukan orang tua sampai mengerti. Pertemuan ini hanya kami panggil untuk orang tua yang kurang memberikan perhatian yang lebih terhadap siswa. Setiap tahun kami memberlakukan inovasi-inovasi untuk memberikan perubahan dan dampak yang besar terhadap anak-anak yang bermasalah, karena dalam beberapa pertimbangan perjuangan mendidik anak yang bermasalah ini akan tetap berlanjut setiap tahunnya. Sayapun mulai berpikir adakah sekolah seperti sekolah yang kami hadapi ini, jika seandainya cerita ini di buat sebuah novel, dunia akan tahu betapa besarnya perjuangan kami untuk mensukseskan generasi masa depan, jika dilihat dari uang sebagai upah tentulah sangat tidak setimpal. Sekolah ini harus tetap hidup. Di sekolah kecil ini, siswa datang dengan berbagai masalah dan dipertemukan dengan kawan-kawan yang bermasalah hingga suatu Ketika mereka akan mengerti arti dari manfaat sekolah.

Bagaimana hasilnya?

Dari sekolah yang kecil, sekolah yang di pandang rendah, sekolah dengan anak-anak yang penuh masalah, sekolah yang dianggap sebagai tempat pembuangan dari sekolah-sekolah ternama, tapi dibalik itu semua Kamilah salah satu yang berperan penting, yang harus mampu, membuat mereka dari sampah yang tak berguna menjadi sampah yang bernilai jual tinggi, sekolah ini pernah mendapatkan juara 1 lomba KSM (Kompetensi Sains Madrasah) pada tahun 2017 tingkat kabupaten sehingga lanjut ke tingkat provinsi, dari tahun 2017 hingga terakhir tahun 2022, sekolah ini selalu ada yang masuk zona 3 besar di dalam tingkat kabupaten. Pada tahun 2022 ada 2 mata pelajaran yang tembus ke provinsi. Ada juga dari anak yang dikeluarkan dari sekolah menjadi mayoret drumband dan lulusannya pun ada yang kuliah, bahkan ada yang bekerja di luar pulau, di sini menunjukkan kami berhasil mendidik akhlak mereka sehingga mereka mampu berguna bagi keluarga dan masyarakat

Tidak ada komentar: