SILAHKAN BUKA LINK DI BAWAH INI UNTUK MELIHAT CONTOH RPP UNTUK SIMULASI MENGAJAR CALON GURU PENGGERAK
https://docs.google.com/document/d/1Ms0jZbvrhuFk2muKYzwiAh08MPqTCAEve07RtCN5C3k/edit?usp=sharing
SILAHKAN BUKA LINK DI BAWAH INI UNTUK MELIHAT CONTOH RPP UNTUK SIMULASI MENGAJAR CALON GURU PENGGERAK
https://docs.google.com/document/d/1Ms0jZbvrhuFk2muKYzwiAh08MPqTCAEve07RtCN5C3k/edit?usp=sharing
Relawan
1. Berbagi
ilmu kepada masyarakat setempat di desa napalan kecamatan talo kecil kabupaten
seluma, yang dilaksanakan setiap sore. Peserta yang mengikuti mulai dari iqra
hingga al qur’an dengan jenjang usia yang berbeda-beda. Menjadi guru mengaji
yang iklhlas beramal ini sudah dijalankan sejak SMA tapi sempat berhenti saat
kuliah dan Kembali lagi saat sudah selesai kuliah dan mengabdi ke kampung
halaman agar bisa bermanfaat untuk warga di desa kelahiran.
2. Menjadi
kader TBC pada tahun2019 dibawah naungan Muhammadiyah dan selain mengajar di
SMA Negeri 2 Seluma, saya juga mengajar di Madrasah Aliyah Muhammadiyah
Masmambang. Sehingga kami para guru digandeng untuk menjadi kader TBC. Dalam
menjadi kader TBC memberikan banyak ilmu dan pengalaman yang berharga, membantu
warga mengetahui sakitnya, jika sakit TBC, kami dapat membantu merujuk
kepuskesmas dan kami sudah bekerja sama dengan pihak puskesmas. Hampir lebih
dari 3 bulan kami ikhlas beramal turun ke desa-desa yang menjadi sasaran,
mencari yang sakit TBC utuk segera mendapatkan penangan supaya tidak terlambat
dan mensosialisasikan ke warga bahwa TBC berasal dari bakteri mycobacterium
tuberculosis yang tidak bisa di sembuhkan hanya dengan obat tradisional, karena
masyarakat setempat masih percaya akibat perbuatan manusia atau mereka
menyebutnya dengan racun
3. Menjadi
panitia lomba dalam memperingati hari ulang tahun republik Indonesia, kami
ikhlas beramal mengatur agar acara ini sukses. Kegiatan dari pagi sampai sore
dan dilaksanakan dalam beberapa hari. Menjadi relawan di kepanitian lomba hari
ulang tahun republik Indonesia bukanlah hal yang sulit dilakukan karena jika
melihat kilas balik masa lalu, para pahlawan berjuang hingga indonesiabisa
merdeka sampai sekarang ini jauh lebih sulit
Deskripsi organisasi
komunitas MGMP belajar bersama dan berbagi
tentang strategi pembelajaran yang menyenangkan, diketuai oleh ibu Milma Yazmi,
M.Pd berasal dari SMA Negeri 1 Seluma, sekretaris Riri Widyawati, S.Pd dan
bendahara Iriyanti, M.Pd. MGMP ini berdiri pada tahun 2017 dan sekretariat di
SMA Negeri 1 Seluma jl. Bengkulu-Manna KM 61 Kelurahan lubuk kebur kabupaten
seluma provinsi Bengkulu
peran dan tugas
Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab baru, atau lainnya.
Kapan waktu kejadiannya? Siapa
yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?
Di
desa tempat saya tinggal pada tahun 2019, ada seorang anak kelas 6 SD masih
belum bisa membaca, lebih tepatnya mengenal huruf saja belum mampu, orang tua
nya bercerita sudah beberapa kali gonta ganti guru les privat tapi belum ada
yang berhasil mengajarinya, kebetulan selain mengajar di sekolah saya juga
membuka les privat di rumah yang saya beri nama bimbel kusbandiyah, sehingga
pada akhirnya saya mencoba untuk memberanikan merekrut anak terus untuk saya
didik. Saya merasa kasihan dengan anak yang pada usia kurang lebih12 tahun
belum bisa membaca, saya merasa bagaimana kedepannya tanpa bisa membaca, dia
hanya kesulitan membaca sedangkan yang lain semuanya normal bahkan dia seperti
orang biasa yang tidak ada kekurangan. Dia mempunyai cita-cita ingin menjadi
TNI AD.
Hal apa yang menjadi fokus
pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai
hasil pengembangan yang diharapkan.
Saya
memutuskan akan berusaha sekuatnya untuk bisa membantu anak agar bisa membaca,
dengan cita-cita untuk menjadi TNI, tidak bisa membaca akan menjadi kendala
dalam pencapaian cita-cita. Saya berdiskusi dengan pihak keluarga untuk waktu
belajar tiga hari dalam seminggu, hari jumat sampai hari minggu pada pukul
15.00 wib 17.00 wib, dan pihak keluarga menyetujui, memang pihak keluarga
hampir putus asa dengan kendala yang dihadapi. Pihak keluarga menanyakan bagian
administrasi dan saya hanya menjawab, jangan pikirkan dulu masalah
administrasi, kita focus dengan perkembangan anak, kita lihat dulu apakah ada
perubahan atau tidak, jujur saja dalam hati kecil saya juga bertanya-tanya
apakah saya mampu membantu anak ini. Pada pertemuan pertama saya mulai memperhatikan
dengan teliti kondisi anak, ternyata memang benar dia masih seperti anak yang
belum sekolah, saya mencoba mengajarkan huruf A-F, saya ulangi beberapa kali
bahkan lebih dari 10 kali saya ulangi tapi ternyata dia tetap tidak ada yang
bisa dikenali satupun huruf itu tapi bisa hafal dalam pengucapan
Dukungan apa saja yang Anda
berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara
Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan
motivasi orang tersebut?
Sebelum
belajar yang harus saya salurkan pertama kali adalah semangat, jika saya
semangat maka akan ada energy yang tersampaikan untuk anak tersebut semangat.
Dari cerita yang disampaikan dia sering dimarah oleh kedua orang tuanya karena
orang tuanya mengajari tetap tidak ada hasilnya sedikitpun, dari sini juga
harus bersikap hangat terhadap anak ini dalam mengajari anak, jika kita tidak
sabar dan marah-marah otomatis akan berpengaruh dengan psikologi anak. Dari
pengalaman pertemuan pertama saya mencari-cari di internet kenapa anak sulit
membaca. berdasarkan yang saya baca, yang paling mendekati untuk perkiraan
sementara adalah anak ini mengalami disleksia. anak yang sulit untuk bisa
membaca tapi mempunyai IQ yang normal sekitar 90-110. disleksia masih memiliki
penalaran yang baik, logika baik, serta kemampuan analisis yang baik. Saya
mencari metode-metode yang pas untuk mengajari anak ini, metode yang pertama
saya lakukan dengan mengajarkan anak dengan metode mengenalkan huruf pada
sesuatu yang dia tahu, misalnya huruf D (ini adalah huruf D atau anda bisa
menyebutnya dengan dedi, apakah kamu tahu Dedi ?) tentu dia menjawab tahu, dedi
adalah bapak saya, sehingga dia mulai mengingat bahwa D adalah Dedi bapaknya.
Selain dengan metode itu saya juga memberi flashcard khusus untuk dia,
flashcard adalah kartu yang berisi huruf alphabet yang di lengkapi dengan
permisalan, contohnya huruf A adalah Anggur, dengan apa yang dia lihat pada
Flashcard juga akan ikut mendukung dia mengenali huruf yang saya beli secara online
dan harus menunggu seminggu baru nyampai karena di tempat kami tidak ada yang
menjual flashcard. Saya juga menggunakan metode aplikasi youtube, menonton
sambal belajar. Dengan beberapa metode yang saya sampai memang masih lambat
perkembangannya tapi setidaknya ada perkembangan dan tentu juga harus terus
memotivasi anak ini untuk terus tetap semangat belajar agar nanti bisa menjadi
TNI seperti yang di cita-citakan.
Bagaimana hasilnya?
hampir
dua tahun belajar dengan saya, dan alhamdulillah apa yang saya takutkan
sebelumnya tidak terjadi, saya berhasil membuat dia bisa membaca, walaupun dua
tahun belajar dengan saya masih sebagaian yang sudah bisa membacanya tanpa
mengeja, untuk kata-kata yang agak sulit ataupun Panjang, dia masih mengeja,
tentu ini menjadi pencapaian yang luar biasa bisa membantu anak yang seperti
ini, yang sebelumnya belum pernah saya temukan dan orang tuanya setidaknya bisa
bernafas sedikit lega, karena beberapa kondisi akhirnya anak itu saya
kembalikan kepada orang tuanya untuk melanjutkan dan melancarkannya dalam
membaca.
Bagaimana hasilnya?
hampir dua tahun belajar dengan saya, dan alhamdulillah apa yang saya takutkan sebelumnya tidak terjadi, saya berhasil membuat dia bisa membaca, walaupun dua tahun belajar dengan saya masih sebagaian yang sudah bisa membacanya tanpa mengeja, untuk kata-kata yang agak sulit ataupun Panjang, dia masih mengeja, tentu ini menjadi pencapaian yang luar biasa bisa membantu anak yang seperti ini, yang sebelumnya belum pernah saya temukan dan orang tuanya setidaknya bisa bernafas sedikit lega, karena beberapa kondisi akhirnya anak itu saya kembalikan kepada orang tuanya untuk melanjutkan dan melancarkannya dalam membaca.
Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?
Sebelum
belajar yang harus saya salurkan pertama kali adalah semangat, jika saya
semangat maka akan ada energy yang tersampaikan untuk anak tersebut semangat.
Dari cerita yang disampaikan dia sering dimarah oleh kedua orang tuanya karena
orang tuanya mengajari tetap tidak ada hasilnya sedikitpun, dari sini juga
harus bersikap hangat terhadap anak ini dalam mengajari anak, jika kita tidak
sabar dan marah-marah otomatis akan berpengaruh dengan psikologi anak. Dari
pengalaman pertemuan pertama saya mencari-cari di internet kenapa anak sulit
membaca. berdasarkan yang saya baca, yang paling mendekati untuk perkiraan
sementara adalah anak ini mengalami disleksia. anak yang sulit untuk bisa
membaca tapi mempunyai IQ yang normal sekitar 90-110. disleksia masih memiliki
penalaran yang baik, logika baik, serta kemampuan analisis yang baik. Saya
mencari metode-metode yang pas untuk mengajari anak ini, metode yang pertama
saya lakukan dengan mengajarkan anak dengan metode mengenalkan huruf pada
sesuatu yang dia tahu, misalnya huruf D (ini adalah huruf D atau anda bisa
menyebutnya dengan dedi, apakah kamu tahu Dedi ?) tentu dia menjawab tahu, dedi
adalah bapak saya, sehingga dia mulai mengingat bahwa D adalah Dedi bapaknya.
Selain dengan metode itu saya juga memberi flashcard khusus untuk dia,
flashcard adalah kartu yang berisi huruf alphabet yang di lengkapi dengan
permisalan, contohnya huruf A adalah Anggur, dengan apa yang dia lihat pada
Flashcard juga akan ikut mendukung dia mengenali huruf yang saya beli secara online
dan harus menunggu seminggu baru nyampai karena di tempat kami tidak ada yang
menjual flashcard. Saya juga menggunakan metode aplikasi youtube, menonton
sambal belajar. Dengan beberapa metode yang saya sampai memang masih lambat
perkembangannya tapi setidaknya ada perkembangan dan tentu juga harus terus
memotivasi anak ini untuk terus tetap semangat belajar agar nanti bisa menjadi
TNI seperti yang di cita-citakan.
Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang diharapkan.
Saya
memutuskan akan berusaha sekuatnya untuk bisa membantu anak agar bisa membaca,
dengan cita-cita untuk menjadi TNI, tidak bisa membaca akan menjadi kendala
dalam pencapaian cita-cita. Saya berdiskusi dengan pihak keluarga untuk waktu
belajar tiga hari dalam seminggu, hari jumat sampai hari minggu pada pukul
15.00 wib 17.00 wib, dan pihak keluarga menyetujui, memang pihak keluarga
hampir putus asa dengan kendala yang dihadapi. Pihak keluarga menanyakan bagian
administrasi dan saya hanya menjawab, jangan pikirkan dulu masalah
administrasi, kita focus dengan perkembangan anak, kita lihat dulu apakah ada
perubahan atau tidak, jujur saja dalam hati kecil saya juga bertanya-tanya
apakah saya mampu membantu anak ini. Pada pertemuan pertama saya mulai memperhatikan
dengan teliti kondisi anak, ternyata memang benar dia masih seperti anak yang
belum sekolah, saya mencoba mengajarkan huruf A-F, saya ulangi beberapa kali
bahkan lebih dari 10 kali saya ulangi tapi ternyata dia tetap tidak ada yang
bisa dikenali satupun huruf itu tapi bisa hafal dalam pengucapan
Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?
Di
desa tempat saya tinggal pada tahun 2019, ada seorang anak kelas 6 SD masih
belum bisa membaca, lebih tepatnya mengenal huruf saja belum mampu, orang tua
nya bercerita sudah beberapa kali gonta ganti guru les privat tapi belum ada
yang berhasil mengajarinya, kebetulan selain mengajar di sekolah saya juga
membuka les privat di rumah yang saya beri nama bimbel kusbandiyah, sehingga
pada akhirnya saya mencoba untuk memberanikan merekrut anak terus untuk saya
didik. Saya merasa kasihan dengan anak yang pada usia kurang lebih12 tahun
belum bisa membaca, saya merasa bagaimana kedepannya tanpa bisa membaca, dia
hanya kesulitan membaca sedangkan yang lain semuanya normal bahkan dia seperti
orang biasa yang tidak ada kekurangan. Dia mempunyai cita-cita ingin menjadi
TNI AD.
Perkembangan menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru. Ceritakan pengalaman Anda saat mendapatkan masukan atau umpan balik terkait kemampuan Anda.
Kapan waktu kejadiannya?
Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda
rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?
Setiap tahun biasanya ada yang Namanya supervisi, supervisi ini
langsung dinilai oleh kepala sekolah, dalam supervisi ini secara keseluruhan
semuanya sudah baik Dan memang ada beberapa masukan dari kepala sekolah,
misalnya untuk mencoba model pembelajaran agar bervariasi dan menemukan model
pembelajaran yang cocok untuk kelas tersebut agar anak lebih cepat memahami
materi yang disampaikan. Kepala sekolah juga meminta untuk membuat lembar kerja
di buat secara sistematis dan tersusun, dalam lembar kerja berbuatlah secara
kreatif untuk menyediakan tempat identitas siswa serta lengkapi juga dengan
menyertakan Kompetensi Dasar, baik Kompetensi Dasar Pengetahuan ataupun
Kompetensi Dasar Keterampilan. Tentu ini adalah ilmu dan pengalaman yang sangat
bermanfaat bagi saya, dan mampu menjadika pribadi saya lebih baik lagi, supaya
bisa menunjang untuk tetap berkarir dan mencerdaskan generasi muda dengan
pengetahuan yang baru yang didapatkan. Mendapatkan masukan adalah suatu ilmu
yang baru, menyiram diri dengan ilmu yang baru berharap suatu saat bisa
memberikan dan pengabdian yang jauh lebih besar lagi untuk dunia Pendidikan.
Setiap supervisi selalu mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru, setidaknya ada
pengalaman beliau yang diceritakan. Lima tahun mengabdi di SMA Negeri 2 Seluma
dan enam tahun mengabdi di sekolah yang lain, setiap supervisi memberikan
banyak perubahan dan karena mengajar di dua tempat maka dalam satu tahun
mendapatkan pengalaman dua kali supervise
Bagaimana cara Anda menyikapi
masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda?
Mendapatkan masukan yang bermanfaat tentu Saya menyikapinya dengan
senang hati, ilmu yang di dapatkan sesuatu yang sangat dibutuhkan olehku untuk
mengembangkan diri. Dari ilmu yang ada selain mampu membuatku jauh lebih baik, tentu
ilmu itu saya bagikan kepada teman-teman seperti saat sekolah mengadakan IHT
tentang pembuatan RPP, dengan bekal yang saya punya, saya membantu kawan-kawan
yang kesulitan menyelesaikan pembuatan RPP saat itu, terkadang ada beberapa
guru yang membuat perangkat mengajar hanya dengan mengcopy terus di edit, pada
saat mengikuti pelatihan di suruh buat RPP sendiri, itu tentu menjadi sebuah
tantangan dan alhamdulillah saya membuat RPP sendiri walaupun mungkin belum
sempurna dan juga bisa membantu kawan. Sehingga kami bisa bekerja sama membuat
RPP tanpa mengcopy langsung edit. Kami menghasil karya kami sendiri dan kami
bagikan ke komunitas MGMP, sehingga yang di luar sekolah bisa ikut belajar
terhadap RPP kami ataupun memberikan umpan balik dari RPP tersebut. Selain
mendapatkan masukan dari kepala sekolah saat supervisi, saya juga sering
mendapatkan masukan tentang pembuaatn RPP di komunitas MGMP contohnya saat MGMP
Kabupaten Seluma mengadakan pelatihan tentang pembuatan RPP dengan model
pembelajaran yang menyenangkan.
Selain memanfaatkan masukan dan
umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda
lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar
kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman
namun mendukung proses pembelajaran Anda?
sejauh ini hampir 6 tahun berada di dunia Pendidikan, tidak
sedikitpun yang membuat saya tidak nyaman, saya adalah tipe orang yang penurut
dan ingin belajar yang kuat, sehingga jika di beri tahu sesuatu yang baik maka
saya akan menurut. Apa yang diberi tahu saya filter, filter yang dimaksud ini
adalah mencari referensi yang mendukung bahwa apa yang diberi tahu kepada saya
adalah suatu kebenaran. Misalnya saya pernah diberitahu seseorang bahwa yang dibutuhkan
oleh sekolah kita adalah guru yang mampu membuat anak focus ke papan tulis dan
memperhatikan guru didepan dan perbanyak mengerjakan soal. Berarti masukan ini
yang saya tangkap adalah guru menjelaskan dan kemudian guru menyuruh untuk
mengerjakan soal-soal sebanyak mungkin sedangkan berdasarkan yang saya tahu
dari jurnal, dari youtube, dari pelatihan bahwa tugas guru adalah memfasilitasi
siswa, membuat siswa aktif, kreatif dan tentunya membuat mereka belajar itu
tanpa beban, mereka belajar itu dengan senang hati. Sehingga jika masukan ini
kurang tepat maka saya memilih yang tepat menurut saya tapi hal seperti ini
tidak membuat saya tidak nyaman, pada intinya saya itu tipe orang yang menerima
masukan, memahami kondisi dan apapun yang dihadapi yang berhubungan dengan
umpan balik tidak ada sedikit yang di simpan di dalam hati saya akan tetap
berusaha semampu saya untuk tetap berjalan kedepan, walaupun mungkin Langkahnya
menjadi pelan. Seperti yang saya katakan tadi bahwa saya memahami kondisi,
seperti kondisi saya tidak bisa bergerak bebas karena status saya sebagai guru
honor, karena tahu dengan kondisi ini makanya saya mencari sesuatu yang mampu
mendukung saya tapi tidak pernah sedikitpun ada rasa yang tidak enak,malah
kejadian yang tidak bersesuaian, saya jadikan sebagai semangat untuk terus
berjuang mengembangkan diri
Bagaimana aplikasi hasil proses
pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda?
Dari
setiap kejadian yang terjadi di hidup saya, saya jadikan sebagai proses
pembelajaran yang berharga, sehingga menjadikan saya pribadi yang kuat dalam
menghadapi masalah, mencari solusi dari masalah yang dihadapi, menjadi lebih
sabar dengan pribadi yang selalu ingin berbagi, baik berbagi kepada rekan
kerja, kepada masyarakat ataupun kepada siswa serta menjadi pribadi yang
kreatif lagi. Dengan sabar dan kreatif tentu ini akan menghaslkan anak didik
yang kreatif juga, menghasilkan generasi muda yang cemerlang, karena dengan
sabar dalam mendidik mereka akan semakin banyak ilmu yan kita berikan dan
mereka dapatkan. Membuat saya mengerti tentang pembuatan RPP dengan model
pembelajaran yang menyenangkan sehingga peserta didik saya jauh lebih aktif dan
kreatif. Contohnya saja mereka membuat laporan dengan membuat sesuatu yang
berbentuk buku dengan menggabung materi matematika dan kebiasaan anak remaja,
menjadikan produk ini di sukai oleh anak sekolah, mereka belajar materi dan
juga mendapatkan hiburan, jadi tidak kan ada kata malas memuka produk ini
ataupun bosan dengan produk ini.
Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda?
Dari
setiap kejadian yang terjadi di hidup saya, saya jadikan sebagai proses
pembelajaran yang berharga, sehingga menjadikan saya pribadi yang kuat dalam
menghadapi masalah, mencari solusi dari masalah yang dihadapi, menjadi lebih
sabar dengan pribadi yang selalu ingin berbagi, baik berbagi kepada rekan
kerja, kepada masyarakat ataupun kepada siswa serta menjadi pribadi yang
kreatif lagi. Dengan sabar dan kreatif tentu ini akan menghaslkan anak didik
yang kreatif juga, menghasilkan generasi muda yang cemerlang, karena dengan
sabar dalam mendidik mereka akan semakin banyak ilmu yan kita berikan dan
mereka dapatkan. Membuat saya mengerti tentang pembuatan RPP dengan model
pembelajaran yang menyenangkan sehingga peserta didik saya jauh lebih aktif dan
kreatif. Contohnya saja mereka membuat laporan dengan membuat sesuatu yang
berbentuk buku dengan menggabung materi matematika dan kebiasaan anak remaja,
menjadikan produk ini di sukai oleh anak sekolah, mereka belajar materi dan
juga mendapatkan hiburan, jadi tidak kan ada kata malas memuka produk ini
ataupun bosan dengan produk ini.
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?
sejauh ini hampir 6 tahun berada di dunia Pendidikan, tidak
sedikitpun yang membuat saya tidak nyaman, saya adalah tipe orang yang penurut
dan ingin belajar yang kuat, sehingga jika di beri tahu sesuatu yang baik maka
saya akan menurut. Apa yang diberi tahu saya filter, filter yang dimaksud ini
adalah mencari referensi yang mendukung bahwa apa yang diberi tahu kepada saya
adalah suatu kebenaran. Misalnya saya pernah diberitahu seseorang bahwa yang dibutuhkan
oleh sekolah kita adalah guru yang mampu membuat anak focus ke papan tulis dan
memperhatikan guru didepan dan perbanyak mengerjakan soal. Berarti masukan ini
yang saya tangkap adalah guru menjelaskan dan kemudian guru menyuruh untuk
mengerjakan soal-soal sebanyak mungkin sedangkan berdasarkan yang saya tahu
dari jurnal, dari youtube, dari pelatihan bahwa tugas guru adalah memfasilitasi
siswa, membuat siswa aktif, kreatif dan tentunya membuat mereka belajar itu
tanpa beban, mereka belajar itu dengan senang hati. Sehingga jika masukan ini
kurang tepat maka saya memilih yang tepat menurut saya tapi hal seperti ini
tidak membuat saya tidak nyaman, pada intinya saya itu tipe orang yang menerima
masukan, memahami kondisi dan apapun yang dihadapi yang berhubungan dengan
umpan balik tidak ada sedikit yang di simpan di dalam hati saya akan tetap
berusaha semampu saya untuk tetap berjalan kedepan, walaupun mungkin Langkahnya
menjadi pelan. Seperti yang saya katakan tadi bahwa saya memahami kondisi,
seperti kondisi saya tidak bisa bergerak bebas karena status saya sebagai guru
honor, karena tahu dengan kondisi ini makanya saya mencari sesuatu yang mampu
mendukung saya tapi tidak pernah sedikitpun ada rasa yang tidak enak,malah
kejadian yang tidak bersesuaian, saya jadikan sebagai semangat untuk terus
berjuang mengembangkan diri
Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda?
Mendapatkan masukan yang bermanfaat tentu Saya menyikapinya dengan
senang hati, ilmu yang di dapatkan sesuatu yang sangat dibutuhkan olehku untuk
mengembangkan diri. Dari ilmu yang ada selain mampu membuatku jauh lebih baik, tentu
ilmu itu saya bagikan kepada teman-teman seperti saat sekolah mengadakan IHT
tentang pembuatan RPP, dengan bekal yang saya punya, saya membantu kawan-kawan
yang kesulitan menyelesaikan pembuatan RPP saat itu, terkadang ada beberapa
guru yang membuat perangkat mengajar hanya dengan mengcopy terus di edit, pada
saat mengikuti pelatihan di suruh buat RPP sendiri, itu tentu menjadi sebuah
tantangan dan alhamdulillah saya membuat RPP sendiri walaupun mungkin belum
sempurna dan juga bisa membantu kawan. Sehingga kami bisa bekerja sama membuat
RPP tanpa mengcopy langsung edit. Kami menghasil karya kami sendiri dan kami
bagikan ke komunitas MGMP, sehingga yang di luar sekolah bisa ikut belajar
terhadap RPP kami ataupun memberikan umpan balik dari RPP tersebut. Selain
mendapatkan masukan dari kepala sekolah saat supervisi, saya juga sering
mendapatkan masukan tentang pembuaatn RPP di komunitas MGMP contohnya saat MGMP
Kabupaten Seluma mengadakan pelatihan tentang pembuatan RPP dengan model
pembelajaran yang menyenangkan.
Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?
Setiap tahun biasanya ada yang Namanya supervisi, supervisi ini
langsung dinilai oleh kepala sekolah, dalam supervisi ini secara keseluruhan
semuanya sudah baik Dan memang ada beberapa masukan dari kepala sekolah,
misalnya untuk mencoba model pembelajaran agar bervariasi dan menemukan model
pembelajaran yang cocok untuk kelas tersebut agar anak lebih cepat memahami
materi yang disampaikan. Kepala sekolah juga meminta untuk membuat lembar kerja
di buat secara sistematis dan tersusun, dalam lembar kerja berbuatlah secara
kreatif untuk menyediakan tempat identitas siswa serta lengkapi juga dengan
menyertakan Kompetensi Dasar, baik Kompetensi Dasar Pengetahuan ataupun
Kompetensi Dasar Keterampilan. Tentu ini adalah ilmu dan pengalaman yang sangat
bermanfaat bagi saya, dan mampu menjadika pribadi saya lebih baik lagi, supaya
bisa menunjang untuk tetap berkarir dan mencerdaskan generasi muda dengan
pengetahuan yang baru yang didapatkan. Mendapatkan masukan adalah suatu ilmu
yang baru, menyiram diri dengan ilmu yang baru berharap suatu saat bisa
memberikan dan pengabdian yang jauh lebih besar lagi untuk dunia Pendidikan.
Setiap supervisi selalu mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru, setidaknya ada
pengalaman beliau yang diceritakan. Lima tahun mengabdi di SMA Negeri 2 Seluma
dan enam tahun mengabdi di sekolah yang lain, setiap supervisi memberikan
banyak perubahan dan karena mengajar di dua tempat maka dalam satu tahun
mendapatkan pengalaman dua kali supervise
Permasalahan, tantangan, situasi yang kompleks adalah kondisi umum yang ditemui dalam menjalankan pekerjaan. Berikan contoh pengalaman Anda dalam menghadapi situasi yang paling menantang, kompleks atau sulit saat menjalankan tugas Anda.
Kapan waktu kejadiannya?
Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu?
Gambarkan secara jelas!
Saya
lulus strata-1 pada tahun 2016 dan mulai bekerja di SMA Negeri 2 Seluma pada
tahun 2017, seperti yang sudah saya jelaskan tujuan saya mengikuti guru
penggerak, saya ingin mengembangkan dunia Pendidikan dengan pengetahuan yang
saya punya, karena menurut saya dunia Pendidikan yang saya temui di ranah
paling rendah yaitu dalam proses belajar mengajar saja, masih ada bakan banyak
guru yang mengajar dengan cara berpusat dengan guru, guru kurang semangat
melakukan perubahan, dan kurang mengerti IT. Dari lingkungan saya mengajar yang
seperti ini tentu akan sulit mengembangkan dunia Pendidikan dengan posisi yang
sekarang ini yaitu masih berstatus honorer, jika kita masih berstatus honorer
kita bahkan tidak bisa melangkah jauh untuk bertindak, mereka akan meremehkan
kita. Pada tahun ajaran 2017/2018 saya pernah dipanggil oleh kepala sekolah karena
melakukan proses pembelajaran yang menyenangkan, dengan cara menggabungkan
materi pelajaran matematika dengan apa yang mereka sukai, misalnya,
menggabungkan matematika dengan drama, menggabungkan matematika dengan dunia
luar, misalnya membuat laporan matematika yang ada pada bangunan unik di
sekitar kita, menggabungkan matematika dengan kesukaan mereka membuat komik dan
berdasarkan pelatihan-pelatihan yang pernah saya dengar ini mampu membuat
mereka Bahagia dan semangat untuk belajar daripada hanya focus mendengarkan
guru dengan rumus-rumus yang dijelaskan di papan tulis. Kepala sekolah tidak
setuju dengan cara mengajar seperti itu, sehingga saya di panggil beberapa
kali. Ini berupakan tantangan yang paling sulit bagi saya karena
bertentantangan dan berbeda pendapat dengan kepala sekolah. Sedangkan saya
ingin merubah paradigma yang ada. Saya akan mengalami kesulitan terus menerus
jika saya tetap tidak ada yang menjadi bodyguard di belakang saya yang lebih
kuat. Sekarang sedang populernya dengan guru penggerak, guru penggerak yang
langsung di naungi oleh kemendikbudristek, tentu saya sangat semangat semangat
tapi pada Angkatan pertama sampai Angkatan ketujuh saya belum bisa untuk
mendaftar karena masa kerja saya belum sampai 5 tahun. Alhamdulillah pada Angkatan
ke delapan sudah bisa mendaftar, semoga dengan lulusnya menjadi guru penggerak
nanti bisa mengatasi kesulitan yang saya hadapi. Untuk mata pelajaran
matematika di tempat saya mengajar, saya pikir sangat perlu untuk peserta
senang terlebih dahulu dengan matematika agar bisa mengambil hati mereka untuk
semangat belajar, karena hampir Sebagian besar siswa pada tahun 2021/2022 pada
kelas 11 tidak hafal perkalian, otomatis ini sangat berpengaruh dengan dengan
taget kurikulum yang harus dicapai.
Upaya apa saja yang Anda
lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif? Peluang dan
kesempatan apa saja yang Anda identifikasi dalam situasi tersebut untuk
membantu Anda menghadapinya?
Walaupun
beberapa kali dipanggil dan setiap dipanggil saya mempunyai kesempatan untuk
mengubah pemikiran beliau tentang mengajar dengan cara berfokus dengan guru
tidak harus setiap pertemuan dan ada model-model pembelajaran yang mampu
peserta didik lebih paham tentang konsep yang akan kita pelajari. Pada panggilan
pertama saya hanya berbicara saja tanpa ada bukti, sebelum saya mendapatkan
panggilan berikutnya saya mencoba mencetak artikel ataupun jurnal di internet
sebagai bahan bukti bahwa saya berbicara bukan hanya sekedar pemikiran saya
saja tapi memang ada dasarnya. Walaupun tidak menghasilkan hasil yang bagus
tapi aku yakin akan ada perubahan walaupun hanya sedikit. Setidaknya apa yang
saya sampaikan menjadi bahan pertimbangan kedepannya, mungkin beliau akan
mencoba membuka internet atau seiring waktu berjalan mungkin beliau akan tahu
dari orang-orang yang posisinya lebih tinggi dari posisi beliau, tentu itu akan
mempunyai pengaruh yang kuat. Sekarang sudah ada kepala sekolah yang baru dan
kepala sekolah yang sekarang mempunyai pemandangan yang sama dengan saya, tapi
saya harus tetap berusaha mempunyai bodyguard yang mampu mendukung saya, maka
jika seandainya kepala sekolah berganti lagi dan ketemu dengan kepala sekolah
yang beda pendapat maka setidaknya saya punya sesuatu untuk bertahan
Pertimbangan-pertimbangan atau
alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa
lagi yang Anda gunakan untuk memperkuat keputusan Anda?
Saya
tidak mempunyai alternatif lain selain usaha yang sudah saya lakukan di atas, untuk
dalam kondisi ini. Saya tetap belajar memperdalami ilmu karena saya rindu untuk
belajar dan tentunya berbagi untuk kawan kawan yang bertanya ataupun ikut
berdiskusi dengan teman-teman baik dari lingkungan sekolah atau dalam
lingkungan komunitas MGMP. Di komunitas MGMP kami sering membahas
masalah-masalah yang dihadapi dan mencari solusi dari masalah yang ada.
Dikomunitas MGMP saya banyak belajar bahwa pemikiran dan pedapat saya tentang
system belajar mengajar di sekolah tidaklah sepenuhnya salah karena terkadang
di setiap pertemuan MGMP kami melaksanakan IHT tentang model pembelajaran yang
menarik, yang menyenangkan bahkan bukan sekedar menarik dan menyenangkan tapi
juga mampu meningkatkan persentase anak dalam memahami konsep matematika. Dalam
komunitas MGMP saya banyak belajar dari teman-teman hebat guru Matematika
Kabupaten Seluma, bahkan bisa belajar langsung dipraktekkan. Saya akan
memanfaatkan ilmu yang di dapat untuk bisa di digunakan, dengan dukungan kepala
sekolah yang sekarang, tidak menjadi beban saya dalam bertindak. Walaupun
dikondisi ini saya tidak mempunyai alternatif lain, tentu jika beda masalah
yang dihadapi akan beda juga penyelesaiannya, contoh saja dalam menyelesaikan
anak SMA kelas 11 yang tidak hafal perkalian, tentu banyak cara dan alternatif
lainnya yang dapat saya lakukan dalam membantu peserta didik agar mampu
mengikuti materi yang di ajarkan, masalah anak yan tidak hafal perkalian jelas
tugas yang besar bagi saya untuk mampu menuntaskan permasalahan ini agar mampu
membahas materi kelas 11 yang sesungguhnya
Tindakan apa yang kemudian Anda
ambil dan bagaimana hasilnya?
dalam
kondisi ini dulu otomatis saya tidak mempunya hasil yang bagus ataupun hasil
sesuai dengan keinginan saya yaitu untuk mendapatkan dukungan dari atasan dan
dengan posisi saya sebagai guru honorer tentu saya hanya di hadapi dua pilihan
yaitu, jika ingin tetap bekerja di sekolah ini maka peraturan atasan harus
dipatuhi atau jika tetap maka kemungkinan besar saya akan dikeluarkan sedangkan
saya butuh biaya kehidupan tapi karena saya mengajar di dua sekolah maka saya
bisa menerapkan di sekolah yang lain walaupun sulit melaksanakannya dengan
kondisi anak tapi setidaknya saya mempunyai dukungan dari atasan.
Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?
dalam
kondisi ini dulu otomatis saya tidak mempunya hasil yang bagus ataupun hasil
sesuai dengan keinginan saya yaitu untuk mendapatkan dukungan dari atasan dan
dengan posisi saya sebagai guru honorer tentu saya hanya di hadapi dua pilihan
yaitu, jika ingin tetap bekerja di sekolah ini maka peraturan atasan harus
dipatuhi atau jika tetap maka kemungkinan besar saya akan dikeluarkan sedangkan
saya butuh biaya kehidupan tapi karena saya mengajar di dua sekolah maka saya
bisa menerapkan di sekolah yang lain walaupun sulit melaksanakannya dengan
kondisi anak tapi setidaknya saya mempunyai dukungan dari atasan.
Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa lagi yang Anda gunakan untuk memperkuat keputusan Anda?
Saya
tidak mempunyai alternatif lain selain usaha yang sudah saya lakukan di atas, untuk
dalam kondisi ini. Saya tetap belajar memperdalami ilmu karena saya rindu untuk
belajar dan tentunya berbagi untuk kawan kawan yang bertanya ataupun ikut
berdiskusi dengan teman-teman baik dari lingkungan sekolah atau dalam
lingkungan komunitas MGMP. Di komunitas MGMP kami sering membahas
masalah-masalah yang dihadapi dan mencari solusi dari masalah yang ada.
Dikomunitas MGMP saya banyak belajar bahwa pemikiran dan pedapat saya tentang
system belajar mengajar di sekolah tidaklah sepenuhnya salah karena terkadang
di setiap pertemuan MGMP kami melaksanakan IHT tentang model pembelajaran yang
menarik, yang menyenangkan bahkan bukan sekedar menarik dan menyenangkan tapi
juga mampu meningkatkan persentase anak dalam memahami konsep matematika. Dalam
komunitas MGMP saya banyak belajar dari teman-teman hebat guru Matematika
Kabupaten Seluma, bahkan bisa belajar langsung dipraktekkan. Saya akan
memanfaatkan ilmu yang di dapat untuk bisa di digunakan, dengan dukungan kepala
sekolah yang sekarang, tidak menjadi beban saya dalam bertindak. Walaupun
dikondisi ini saya tidak mempunyai alternatif lain, tentu jika beda masalah
yang dihadapi akan beda juga penyelesaiannya, contoh saja dalam menyelesaikan
anak SMA kelas 11 yang tidak hafal perkalian, tentu banyak cara dan alternatif
lainnya yang dapat saya lakukan dalam membantu peserta didik agar mampu
mengikuti materi yang di ajarkan, masalah anak yan tidak hafal perkalian jelas
tugas yang besar bagi saya untuk mampu menuntaskan permasalahan ini agar mampu
membahas materi kelas 11 yang sesungguhnya
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif? Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu Anda menghadapinya?
Walaupun
beberapa kali dipanggil dan setiap dipanggil saya mempunyai kesempatan untuk
mengubah pemikiran beliau tentang mengajar dengan cara berfokus dengan guru
tidak harus setiap pertemuan dan ada model-model pembelajaran yang mampu
peserta didik lebih paham tentang konsep yang akan kita pelajari. Pada panggilan
pertama saya hanya berbicara saja tanpa ada bukti, sebelum saya mendapatkan
panggilan berikutnya saya mencoba mencetak artikel ataupun jurnal di internet
sebagai bahan bukti bahwa saya berbicara bukan hanya sekedar pemikiran saya
saja tapi memang ada dasarnya. Walaupun tidak menghasilkan hasil yang bagus
tapi aku yakin akan ada perubahan walaupun hanya sedikit. Setidaknya apa yang
saya sampaikan menjadi bahan pertimbangan kedepannya, mungkin beliau akan
mencoba membuka internet atau seiring waktu berjalan mungkin beliau akan tahu
dari orang-orang yang posisinya lebih tinggi dari posisi beliau, tentu itu akan
mempunyai pengaruh yang kuat. Sekarang sudah ada kepala sekolah yang baru dan
kepala sekolah yang sekarang mempunyai pemandangan yang sama dengan saya, tapi
saya harus tetap berusaha mempunyai bodyguard yang mampu mendukung saya, maka
jika seandainya kepala sekolah berganti lagi dan ketemu dengan kepala sekolah
yang beda pendapat maka setidaknya saya punya sesuatu untuk bertahan
Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu? Gambarkan secara jelas!
Saya
lulus strata-1 pada tahun 2016 dan mulai bekerja di SMA Negeri 2 Seluma pada
tahun 2017, seperti yang sudah saya jelaskan tujuan saya mengikuti guru
penggerak, saya ingin mengembangkan dunia Pendidikan dengan pengetahuan yang
saya punya, karena menurut saya dunia Pendidikan yang saya temui di ranah
paling rendah yaitu dalam proses belajar mengajar saja, masih ada bakan banyak
guru yang mengajar dengan cara berpusat dengan guru, guru kurang semangat
melakukan perubahan, dan kurang mengerti IT. Dari lingkungan saya mengajar yang
seperti ini tentu akan sulit mengembangkan dunia Pendidikan dengan posisi yang
sekarang ini yaitu masih berstatus honorer, jika kita masih berstatus honorer
kita bahkan tidak bisa melangkah jauh untuk bertindak, mereka akan meremehkan
kita. Pada tahun ajaran 2017/2018 saya pernah dipanggil oleh kepala sekolah karena
melakukan proses pembelajaran yang menyenangkan, dengan cara menggabungkan
materi pelajaran matematika dengan apa yang mereka sukai, misalnya,
menggabungkan matematika dengan drama, menggabungkan matematika dengan dunia
luar, misalnya membuat laporan matematika yang ada pada bangunan unik di
sekitar kita, menggabungkan matematika dengan kesukaan mereka membuat komik dan
berdasarkan pelatihan-pelatihan yang pernah saya dengar ini mampu membuat
mereka Bahagia dan semangat untuk belajar daripada hanya focus mendengarkan
guru dengan rumus-rumus yang dijelaskan di papan tulis. Kepala sekolah tidak
setuju dengan cara mengajar seperti itu, sehingga saya di panggil beberapa
kali. Ini berupakan tantangan yang paling sulit bagi saya karena
bertentantangan dan berbeda pendapat dengan kepala sekolah. Sedangkan saya
ingin merubah paradigma yang ada. Saya akan mengalami kesulitan terus menerus
jika saya tetap tidak ada yang menjadi bodyguard di belakang saya yang lebih
kuat. Sekarang sedang populernya dengan guru penggerak, guru penggerak yang
langsung di naungi oleh kemendikbudristek, tentu saya sangat semangat semangat
tapi pada Angkatan pertama sampai Angkatan ketujuh saya belum bisa untuk
mendaftar karena masa kerja saya belum sampai 5 tahun. Alhamdulillah pada Angkatan
ke delapan sudah bisa mendaftar, semoga dengan lulusnya menjadi guru penggerak
nanti bisa mengatasi kesulitan yang saya hadapi. Untuk mata pelajaran
matematika di tempat saya mengajar, saya pikir sangat perlu untuk peserta
senang terlebih dahulu dengan matematika agar bisa mengambil hati mereka untuk
semangat belajar, karena hampir Sebagian besar siswa pada tahun 2021/2022 pada
kelas 11 tidak hafal perkalian, otomatis ini sangat berpengaruh dengan dengan
taget kurikulum yang harus dicapai.
Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan. Ceritakan kesulitan yang Anda alami saat bekerja sama dengan pihak lain (misalnya rekan sejawat, pimpinan di sekolah, orangtua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuka agama, instansi, maupun lainnya) guna menimbulkan kesadaran dan kesediaan agar mereka berkomitmen membantu Anda mencapai tujuan bersama.
Kapan waktu kejadiannya?
Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk
bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!
Saya
juga seorang guru di sekolah swasta di daerah tempat tinggal saya, sekolah
swasta yang terdiri dari hampir 90% anak-anak yang bermasalah dengan mempunyai
sikap bagi saya di luar batas, sekolah umum yang yang hampir sama dengan
Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkahnya tapi memang kenyataannya sekolah ini sangat
luar biasa. Saya menjadi bagian dari sekolah ini sejak tahun 2016 sampai
sekarang. Anak-anak yang sulit dijelaskan, jika kita berharap menjadi guru
disini untuk dihargai dan dihormati sebagai guru layaknya seperti
sekolah-sekolah ternama maka itu tidak kan pernah terjadi, jauhkanlah pikiran
seperti itu. Jika tetap berpikiran seperti itu maka saya yakin siapaun yang
mengajar di sini tidak akan mampu bertahan. Mereka sebagaian adalah anak-anak
yang pindahan dari sekolah ternama yang dikeluarkan karena mereka tidak mampu
lagi untuk mendidiknya. Jika mereka dikeluarkan itu berarti mereka mempunya masalah
yang luar biasa dan sekolah ini menampung semua anak yang bermasalah besar dan
seluruh anak yang bermasalah besar ini disatukan menjadi sungguh luar biasa.
Betapa sulitnya menghadapi anak-anak yang suka berkelahi, merokok, membangkang,
narkoba, mencuri, di tambah lagi dengan sikap yang kasar, keras bahkan ada yang
keluar dari penjara. Kami sebagai dewan guru harus bekerja sama dengan baik
untuk mengatasi mereka tapi terkadang pendapat kami berlainan sehingga memilih
dengan jalan masing-masing untuk mengatasi mereka di tambah lagi dengan kondisi
pihak wali murid sulit untuk di ajak bekerja sama.
Kesulitan apa saja yang Anda
hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi
dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa
yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
Untuk
pertama kali memasukki sekolah ini dan menghadapi kumpulan anak-anak yang
bermasalah jelas akan sulit bagiku, apalagi saya adalah lulusan Pendidikan
matematika yang baru dan belum mempunyai pengalaman untuk menghadapi anak-anak
yang sangat luar biasa ini tapi seiring waktu berjalan dari 2016 sampai
sekarang saya bertahan di sekolah ini. Ada banyak hal yang membuat kondisi yang
semakin sulit, seharusnya dengan menghadapi kondisi anak seperti ini pihak
sekolah harus bekerja sama dengan baik untuk mendidik anak-anak agar
mendapatkan perubahan kearah positif tapi ada sebagain wali murid tidak bisa
diajak kerja sama dengan beberapa kondisi orang tua yang mempunyai tingkat
Pendidikan yang rendah, kurang memperhatikan anak dan orang tua yang mempunyai
kondisi sikap yang hampir sama dengan anak sehingga sebagian orang tua ini
sulit untuk membedakan bahwa anaknya melakukan kesalahan sedangkan mereka
sendiri tidak mengerti dengan perbedaan salah dan benar. Seperti anaknya
merokok, membangkang, berkata kasar, dan tidak pernah masuk sekolah tapi pihak
wali murid membiarkan mereka dengan menganggap itu biasa atau dalam kondisi
orang tua atau wali murid sudah menyerah menghadapi anaknya sehingga mereka
menyerahkannya kepada kami dan yang paling sulit adalah Ketika anaknya salah
dan ditegur oleh pihak guru dan orang tua/wali murid tidak setuju dengan
peneguran itu. Pada hal untuk menghadapi anaik-anak seperti ini sangat
diperluhkan kerja sama yang baik dari pihak sekolah dan pihak keluarga.
Sehingga kami tetap berjuang setiap hari memberikan yang terbaik untuk mereka
agar mereka mendapatkan ilmu mata pelajran di sekolah dan perubahan kearah yang
lebih baik. Pada suatu Ketika saat rapat saya mengajuhkan usulan untuk
penambahan trik menghadapi anak-anak ini dengan cara setiap guru dan staf
memegang 2-3 orang siswa untuk melakukan pendekatan secara intens, dan sungguh
luar biasa Ketika kita melakukan pendekatan dengan mereka, kita menemukan bahwa
mereka adalah anak-anak yang mempunyai beban hidup melebihi batas seeorang anak
yang tugasnya adalah belajar dan bermain tapi mereka adalah anak-anak Ketika
pulang sekolah langsung bekerja untuk mendapatkan uang agar bisa pergi ke
sekolah besok harinya ataupun mendapatkan uang untuk belanja. Ada yang kondisi
orang tuanya tunggal, tunggal karena kematian ataupun tunggal karena
perceraian. Setelah melakukan pendekatan secara intens, gurupun berdiskusi
membahas anak-anak yang mereka pegang, ada yang berhasil mendapatkan perubahan
yang signifikat kearah yang positif dan ada juga sulit mendapatkan perubahan,
sehingga anak yang belum ada perubahan kami berusaha mencari jalan keluar yang
lain. Dalam visi misi kami, kami harus tetap melakukan perubahan karena hanya
Kamilah yang berdiri tegak mampu memperbaiki computer rusak yang telah dibuang
menjadi computer yang canggih walapun tidak mencapai 100% target kami tercapai.
Upaya apa saja yang Anda
lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?
Saya
Bersama teman-teman melakukan rapat dengan wali murid, pada rapat ini kami
mulai membahas anak-anak dan program yang akan kami lakukan, setidaknya setelah
masuk ke sekolah ini akan mendapatkan perubahan yang baik. Tentu ini tidak bisa
kami lakukan hanya dari pihak sekolah tapi peran keluarga sangatlah penting. Di
sekolah hanya mampu mengawasi dan mendidik dari jam 08.00 WIB sampai jam 15.00
WIB, selebihnya peran keluarga yang berlaku, untuk mengatasi anak-anak seperti
ini harus penuh perjuangan. Pada saat rapat ada beberapa yang tidak hadir dan
memanggil Kembali beberapa hari setelah rapat untuk membahas kerja sama antara
sekolah dan pihak keluarga. Mengadahkan rapat tentu tidak cukup hanya sekali
ini, ternyata beberapa keluarga masih menganggap remeh dengan kondisi anak,
sehingga kami tetap mengalami kesulitan. Salah satu kesulitan yang terjadi
untuk mendisiplinkan anak tentang kerapian, anak dibiarkan kesekolah dengan
pakaian yang robek-robek. Bukankah jika keluarga mengerti, anak tidak
diperbolehkan menggunakan celana yang robek seperti anak fank. Maka ambillah
celana itu dan di jahitlah. Sehingga akibat kejadian ini yang kami anggap bahwa
masih kurang dukungan dari keluarga, kami melakukan pertemuan berikutnya untuk
memberikan pengertian atau berbagi ilmu yang seharusnya dilakukan orang tua
sampai mengerti. Pertemuan ini hanya kami panggil untuk orang tua yang kurang
memberikan perhatian yang lebih terhadap siswa. Setiap tahun kami memberlakukan
inovasi-inovasi untuk memberikan perubahan dan dampak yang besar terhadap
anak-anak yang bermasalah, karena dalam beberapa pertimbangan perjuangan
mendidik anak yang bermasalah ini akan tetap berlanjut setiap tahunnya. Sayapun
mulai berpikir adakah sekolah seperti sekolah yang kami hadapi ini, jika
seandainya cerita ini di buat sebuah novel, dunia akan tahu betapa besarnya
perjuangan kami untuk mensukseskan generasi masa depan, jika dilihat dari uang
sebagai upah tentulah sangat tidak setimpal. Sekolah ini harus tetap hidup. Di
sekolah kecil ini, siswa datang dengan berbagai masalah dan dipertemukan dengan
kawan-kawan yang bermasalah hingga suatu Ketika mereka akan mengerti arti dari
manfaat sekolah.
Bagaimana hasilnya?
Dari
sekolah yang kecil, sekolah yang di pandang rendah, sekolah dengan anak-anak
yang penuh masalah, sekolah yang dianggap sebagai tempat pembuangan dari
sekolah-sekolah ternama, tapi dibalik itu semua Kamilah salah satu yang
berperan penting, yang harus mampu, membuat mereka dari sampah yang tak berguna
menjadi sampah yang bernilai jual tinggi, sekolah ini pernah mendapatkan juara
1 lomba KSM (Kompetensi Sains Madrasah) pada tahun 2017 tingkat kabupaten
sehingga lanjut ke tingkat provinsi, dari tahun 2017 hingga terakhir tahun
2022, sekolah ini selalu ada yang masuk zona 3 besar di dalam tingkat
kabupaten. Pada tahun 2022 ada 2 mata pelajaran yang tembus ke provinsi. Ada
juga dari anak yang dikeluarkan dari sekolah menjadi mayoret drumband dan
lulusannya pun ada yang kuliah, bahkan ada yang bekerja di luar pulau, di sini
menunjukkan kami berhasil mendidik akhlak mereka sehingga mereka mampu berguna
bagi keluarga dan masyarakat
Bagaimana hasilnya?
Dari
sekolah yang kecil, sekolah yang di pandang rendah, sekolah dengan anak-anak
yang penuh masalah, sekolah yang dianggap sebagai tempat pembuangan dari
sekolah-sekolah ternama, tapi dibalik itu semua Kamilah salah satu yang
berperan penting, yang harus mampu, membuat mereka dari sampah yang tak berguna
menjadi sampah yang bernilai jual tinggi, sekolah ini pernah mendapatkan juara
1 lomba KSM (Kompetensi Sains Madrasah) pada tahun 2017 tingkat kabupaten
sehingga lanjut ke tingkat provinsi, dari tahun 2017 hingga terakhir tahun
2022, sekolah ini selalu ada yang masuk zona 3 besar di dalam tingkat
kabupaten. Pada tahun 2022 ada 2 mata pelajaran yang tembus ke provinsi. Ada
juga dari anak yang dikeluarkan dari sekolah menjadi mayoret drumband dan
lulusannya pun ada yang kuliah, bahkan ada yang bekerja di luar pulau, di sini
menunjukkan kami berhasil mendidik akhlak mereka sehingga mereka mampu berguna
bagi keluarga dan masyarakat
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?
Saya
Bersama teman-teman melakukan rapat dengan wali murid, pada rapat ini kami
mulai membahas anak-anak dan program yang akan kami lakukan, setidaknya setelah
masuk ke sekolah ini akan mendapatkan perubahan yang baik. Tentu ini tidak bisa
kami lakukan hanya dari pihak sekolah tapi peran keluarga sangatlah penting. Di
sekolah hanya mampu mengawasi dan mendidik dari jam 08.00 WIB sampai jam 15.00
WIB, selebihnya peran keluarga yang berlaku, untuk mengatasi anak-anak seperti
ini harus penuh perjuangan. Pada saat rapat ada beberapa yang tidak hadir dan
memanggil Kembali beberapa hari setelah rapat untuk membahas kerja sama antara
sekolah dan pihak keluarga. Mengadahkan rapat tentu tidak cukup hanya sekali
ini, ternyata beberapa keluarga masih menganggap remeh dengan kondisi anak,
sehingga kami tetap mengalami kesulitan. Salah satu kesulitan yang terjadi
untuk mendisiplinkan anak tentang kerapian, anak dibiarkan kesekolah dengan
pakaian yang robek-robek. Bukankah jika keluarga mengerti, anak tidak
diperbolehkan menggunakan celana yang robek seperti anak fank. Maka ambillah
celana itu dan di jahitlah. Sehingga akibat kejadian ini yang kami anggap bahwa
masih kurang dukungan dari keluarga, kami melakukan pertemuan berikutnya untuk
memberikan pengertian atau berbagi ilmu yang seharusnya dilakukan orang tua
sampai mengerti. Pertemuan ini hanya kami panggil untuk orang tua yang kurang
memberikan perhatian yang lebih terhadap siswa. Setiap tahun kami memberlakukan
inovasi-inovasi untuk memberikan perubahan dan dampak yang besar terhadap
anak-anak yang bermasalah, karena dalam beberapa pertimbangan perjuangan
mendidik anak yang bermasalah ini akan tetap berlanjut setiap tahunnya. Sayapun
mulai berpikir adakah sekolah seperti sekolah yang kami hadapi ini, jika
seandainya cerita ini di buat sebuah novel, dunia akan tahu betapa besarnya
perjuangan kami untuk mensukseskan generasi masa depan, jika dilihat dari uang
sebagai upah tentulah sangat tidak setimpal. Sekolah ini harus tetap hidup. Di
sekolah kecil ini, siswa datang dengan berbagai masalah dan dipertemukan dengan
kawan-kawan yang bermasalah hingga suatu Ketika mereka akan mengerti arti dari
manfaat sekolah.
Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
Untuk
pertama kali memasukki sekolah ini dan menghadapi kumpulan anak-anak yang
bermasalah jelas akan sulit bagiku, apalagi saya adalah lulusan Pendidikan
matematika yang baru dan belum mempunyai pengalaman untuk menghadapi anak-anak
yang sangat luar biasa ini tapi seiring waktu berjalan dari 2016 sampai
sekarang saya bertahan di sekolah ini. Ada banyak hal yang membuat kondisi yang
semakin sulit, seharusnya dengan menghadapi kondisi anak seperti ini pihak
sekolah harus bekerja sama dengan baik untuk mendidik anak-anak agar
mendapatkan perubahan kearah positif tapi ada sebagain wali murid tidak bisa
diajak kerja sama dengan beberapa kondisi orang tua yang mempunyai tingkat
Pendidikan yang rendah, kurang memperhatikan anak dan orang tua yang mempunyai
kondisi sikap yang hampir sama dengan anak sehingga sebagian orang tua ini
sulit untuk membedakan bahwa anaknya melakukan kesalahan sedangkan mereka
sendiri tidak mengerti dengan perbedaan salah dan benar. Seperti anaknya
merokok, membangkang, berkata kasar, dan tidak pernah masuk sekolah tapi pihak
wali murid membiarkan mereka dengan menganggap itu biasa atau dalam kondisi
orang tua atau wali murid sudah menyerah menghadapi anaknya sehingga mereka
menyerahkannya kepada kami dan yang paling sulit adalah Ketika anaknya salah
dan ditegur oleh pihak guru dan orang tua/wali murid tidak setuju dengan
peneguran itu. Pada hal untuk menghadapi anaik-anak seperti ini sangat
diperluhkan kerja sama yang baik dari pihak sekolah dan pihak keluarga.
Sehingga kami tetap berjuang setiap hari memberikan yang terbaik untuk mereka
agar mereka mendapatkan ilmu mata pelajran di sekolah dan perubahan kearah yang
lebih baik. Pada suatu Ketika saat rapat saya mengajuhkan usulan untuk
penambahan trik menghadapi anak-anak ini dengan cara setiap guru dan staf
memegang 2-3 orang siswa untuk melakukan pendekatan secara intens, dan sungguh
luar biasa Ketika kita melakukan pendekatan dengan mereka, kita menemukan bahwa
mereka adalah anak-anak yang mempunyai beban hidup melebihi batas seeorang anak
yang tugasnya adalah belajar dan bermain tapi mereka adalah anak-anak Ketika
pulang sekolah langsung bekerja untuk mendapatkan uang agar bisa pergi ke
sekolah besok harinya ataupun mendapatkan uang untuk belanja. Ada yang kondisi
orang tuanya tunggal, tunggal karena kematian ataupun tunggal karena
perceraian. Setelah melakukan pendekatan secara intens, gurupun berdiskusi
membahas anak-anak yang mereka pegang, ada yang berhasil mendapatkan perubahan
yang signifikat kearah yang positif dan ada juga sulit mendapatkan perubahan,
sehingga anak yang belum ada perubahan kami berusaha mencari jalan keluar yang
lain. Dalam visi misi kami, kami harus tetap melakukan perubahan karena hanya
Kamilah yang berdiri tegak mampu memperbaiki computer rusak yang telah dibuang
menjadi computer yang canggih walapun tidak mencapai 100% target kami tercapai.
Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!
Saya
juga seorang guru di sekolah swasta di daerah tempat tinggal saya, sekolah
swasta yang terdiri dari hampir 90% anak-anak yang bermasalah dengan mempunyai
sikap bagi saya di luar batas, sekolah umum yang yang hampir sama dengan
Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkahnya tapi memang kenyataannya sekolah ini sangat
luar biasa. Saya menjadi bagian dari sekolah ini sejak tahun 2016 sampai
sekarang. Anak-anak yang sulit dijelaskan, jika kita berharap menjadi guru
disini untuk dihargai dan dihormati sebagai guru layaknya seperti
sekolah-sekolah ternama maka itu tidak kan pernah terjadi, jauhkanlah pikiran
seperti itu. Jika tetap berpikiran seperti itu maka saya yakin siapaun yang
mengajar di sini tidak akan mampu bertahan. Mereka sebagaian adalah anak-anak
yang pindahan dari sekolah ternama yang dikeluarkan karena mereka tidak mampu
lagi untuk mendidiknya. Jika mereka dikeluarkan itu berarti mereka mempunya masalah
yang luar biasa dan sekolah ini menampung semua anak yang bermasalah besar dan
seluruh anak yang bermasalah besar ini disatukan menjadi sungguh luar biasa.
Betapa sulitnya menghadapi anak-anak yang suka berkelahi, merokok, membangkang,
narkoba, mencuri, di tambah lagi dengan sikap yang kasar, keras bahkan ada yang
keluar dari penjara. Kami sebagai dewan guru harus bekerja sama dengan baik
untuk mengatasi mereka tapi terkadang pendapat kami berlainan sehingga memilih
dengan jalan masing-masing untuk mengatasi mereka di tambah lagi dengan kondisi
pihak wali murid sulit untuk di ajak bekerja sama.
Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Saya
ingin menjadi guru yang professional, menjadi guru yang berdedikasi tinggi
untuk Pendidikan dan berjuang memberi ilmu kepada peserta didik dan masyarakat.
Dari kecil saya sudah mencita-citakan untuk menjadi guru dengan harapan
melahirkan anak-anak yang yang mendapatkan ilmu dariku walaupun sedikit. Pada
zaman sekarang untuk menunjang karir menjadi guru yang professional dan
melakukan banyak inovasi pada dunia Pendidikan, kita harus menjadi guru yang
multi ahli dan berinovasi untuk perubahan diri sendiri dan dunia Pendidikan.
Saya berharap dengan menjadi guru penggerak setidaknya saya mempunyai bekal untuk
melakukan inovasi. Dulu saat baru selesai kuliah, saya memasuki dunia kerja
dengan bekal yang sudah didapatkan pada Pendidikan strata 1, saya melakukan
proses belajar mengajar dengan berberapa model pembelajaran yang saya yakini
mampu membantu siswa untuk aktif, kreatif dan memahami konsep. Tapi apa daya
seseorang yang baru selesai kuliah mempunyai pandangan yang berbeda dengan guru
senior dan atasan pada saat itu, karena mereka masih meyakini bahwa proses
belajar dan mengajar yang terbaik adalah berpusat pada guru yaitu guru
menjelaskan dan peserta didik mendengarakan, berbicara saat dipersilahkan.
Selaku guru honorer yang baru memasuki dunia kerja maka jika tidak sesuai
dengan atasan waktu itu maka posisi sebagai honorer dipertaruhkan. Dari dulu
sampai sekarang saya selalu mencoba untuk mencari yang mampu menunjangku untuk
bergerak selain ijazah yang ada. Berharap dengan menyandang guru penggerak
dapat menjadi fasilitasku dan menunjangku untuk bergerak dan menggerakkan,
berkreatifitas dan berinovasi. Terus mencoba pengalaman yang baru dan belajar
sepanjang hayat serta bisa berperan aktif memajukan dunia pendidikan semampu
yang saya bisa
Apa kelebihan yang
mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan
contohnya!
1. Saya mempunyai rasa ingin tahu yang
tinggi dan selalu mencoba pengalaman baru, tanpa memikirkan hasilnya. Jika
seseorang berpikir bahwa hasilnya hanya dua pilihan yaitu berhasil atau gagal
tapi bagiku tidak ada kata gagal, hanya saja saya menemukan pengalaman-pengalaman
yang berharga yang memberiku banyak ilmu pengetahuan contohnya saya selalu
penasaran dengan dampak penerapan model pembelajaran jika saya menggunakan
model pembelajaran tersebut
2. Saya seseorang yang professional, yang
tidak pernah meninggalkan tugas kecuali dalam kondisi darurat tapi tugas tetap
berjalan (misalnya sedang melaksanakan piket tapi pada suatu hari kondisi badan
tidak mendukung untuk melaksanakan tugas maka saya akan segera mencari rekan
kerja untuk membantu mengerjakan tugas tersebut) saya berani bertanggung jawab
atas tugas yang diberikan
3. Saya selalu berpartisipasi dalam suatu
komunitas yang ada, untuk mendapatkan berbagai pengalaman, ilmu yang baru dan
mempunyai banyak teman. Salah satu komunitas yang saya ikuti adalah MGMP
matematika Kabupaten seluma
4. Percaya diri adalah modal utama dalam
berbagai hal, dengan percaya diri kita mampu bekerja jauh lebih baik, jika
tidak ada rasa percaya diri maka untuk memulaipun akan sulit tapi jika sudah
mempunyai percaya diri apapun akan berani melakukannya. Saya mencoba berpikir
positif terhadapa penyeleksian guru penggerak sehingga menaikkan rasa percaya
diri saya untuk mengikuti seleksi ini.
5. Saya bisa berkomunikasi dengan baik.
Komunikasi termasuk salah satu bagian utama dalam menunjang karir, komunikasi
adalah alat untuk bertukar informasi kepada seseorang, kelompok atau seluruh
masyarakat.
6. Mampu bekerja secara individual maupun
bekerja sama dalam kelompok, berbagi keahlian dan saling tolong menolong. Saya
bisa membuat RPP sendiri dan bekerja sama dengan baik dalam kegiatan akreditas
untuk kelompok perangkat pembelajaran
7. Selalu mempunyai itikat untuk
menyelesaikan hingga tuntas walaupun dalam kondisi sulit ingin menyerah.jika
membuat sebuah laporan maka laporan tersebut harus selesai tepat waktu.
Berikan contoh perubahan,
inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata
berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal
tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif
Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda
dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Siswa
di sekolah tempat saya bekerja adalah sekolah dengan siswa yang mempunyai
banyak perbedaan antara anak dengan jurusan IPA dan Jurusan IPS, pada tahun
ajaran 2021/2022 saya mengajar 6 kelas, 4 kelas jurusan IPS dan 2 kelas jurusan
IPA. Kelas dengan jurusan IPS terdiri anak-anak yang hampir 80% malas mencatat
materi yang ada pada setiap pertemuan dan 20% mencatat materi, dengan kondisi
anak yang malas mencatat materi sehingga membuat hasil dari proses belajar pun
juga tidak menghasilkan yang bagus. Saya mulai berpikir anak yang mencatat
materi yang dijelaskan saja, saat Latihan ataupun mengambil penilaian harian
saja masih belum mendapatkan nilai yang sempurna apalagi jika anak tidak mencatat.
Kondisi di sekolah ini hanya meminjamkan buku paket untuk 1 semester saja, jika
buku paketnya tidak cukup maka di pinjamkan saat jam pelajaran saja. Sekolah
yang bertempat tinggal di desa yang jauh dari kota kabupaten dan kota provinsi,
tentukan akan sulit mencari buku pinjaman di perpustakaan daerah. Perpustakaan
daerah terletak di kota Bengkulu sedangkan kota tais ibu kota kabupaten seluma
belum ada perpustakaan untuk memfasilitasi masyarakat untuk meminjam.
Sedangakan untuk membeli sepertinya mereka juga keberatan. Jadi jalan
satu-satunya untuk mengubah kebiasaan mereka yang malas mencatat adalah dengan
cara memaksa mereka mencatat dengan ancaman setiap selesai pertemuan dikumpul
dan akan ibu beri nilai, sehingga catatan juga akan mempengaruhi penilaian
kalian. Alhamdulillah dengan jalan seperti ini anak akan mencatat materi yang
di sampaikan dan setidakknya pada saat melakukan tes penilaian mereka mempunyai
bahan untuk belajar. Jika seandainya kita ada kepentingan di luar kelas, maka
khusus anak jurusan IPS di sekolah ini, jangan memberikan soal atau hal yang
lainnya untuk mereka yang tidak bisa kita awasi di dalam kelas, karena jika
diberikan soal, yang mengerjakan hanya sekitar 1 atau 2 orang saja, sisanya
hanya memindahkan jawaban kawan, pada saat kawan mengerjakannya maka yang lain
berkeliaran di luar kelas, jadi tugas yang paling tepat untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan, maka berikan mereka tugas dengan mencatat, jika
diberikan tugas mencatat, mereka akan mencatat dan menyelesaiakannya.
Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Siswa
di sekolah tempat saya bekerja adalah sekolah dengan siswa yang mempunyai
banyak perbedaan antara anak dengan jurusan IPA dan Jurusan IPS, pada tahun
ajaran 2021/2022 saya mengajar 6 kelas, 4 kelas jurusan IPS dan 2 kelas jurusan
IPA. Kelas dengan jurusan IPS terdiri anak-anak yang hampir 80% malas mencatat
materi yang ada pada setiap pertemuan dan 20% mencatat materi, dengan kondisi
anak yang malas mencatat materi sehingga membuat hasil dari proses belajar pun
juga tidak menghasilkan yang bagus. Saya mulai berpikir anak yang mencatat
materi yang dijelaskan saja, saat Latihan ataupun mengambil penilaian harian
saja masih belum mendapatkan nilai yang sempurna apalagi jika anak tidak mencatat.
Kondisi di sekolah ini hanya meminjamkan buku paket untuk 1 semester saja, jika
buku paketnya tidak cukup maka di pinjamkan saat jam pelajaran saja. Sekolah
yang bertempat tinggal di desa yang jauh dari kota kabupaten dan kota provinsi,
tentukan akan sulit mencari buku pinjaman di perpustakaan daerah. Perpustakaan
daerah terletak di kota Bengkulu sedangkan kota tais ibu kota kabupaten seluma
belum ada perpustakaan untuk memfasilitasi masyarakat untuk meminjam.
Sedangakan untuk membeli sepertinya mereka juga keberatan. Jadi jalan
satu-satunya untuk mengubah kebiasaan mereka yang malas mencatat adalah dengan
cara memaksa mereka mencatat dengan ancaman setiap selesai pertemuan dikumpul
dan akan ibu beri nilai, sehingga catatan juga akan mempengaruhi penilaian
kalian. Alhamdulillah dengan jalan seperti ini anak akan mencatat materi yang
di sampaikan dan setidakknya pada saat melakukan tes penilaian mereka mempunyai
bahan untuk belajar. Jika seandainya kita ada kepentingan di luar kelas, maka
khusus anak jurusan IPS di sekolah ini, jangan memberikan soal atau hal yang
lainnya untuk mereka yang tidak bisa kita awasi di dalam kelas, karena jika
diberikan soal, yang mengerjakan hanya sekitar 1 atau 2 orang saja, sisanya
hanya memindahkan jawaban kawan, pada saat kawan mengerjakannya maka yang lain
berkeliaran di luar kelas, jadi tugas yang paling tepat untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan, maka berikan mereka tugas dengan mencatat, jika
diberikan tugas mencatat, mereka akan mencatat dan menyelesaiakannya.
Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!
1. Saya mempunyai rasa ingin tahu yang
tinggi dan selalu mencoba pengalaman baru, tanpa memikirkan hasilnya. Jika
seseorang berpikir bahwa hasilnya hanya dua pilihan yaitu berhasil atau gagal
tapi bagiku tidak ada kata gagal, hanya saja saya menemukan pengalaman-pengalaman
yang berharga yang memberiku banyak ilmu pengetahuan contohnya saya selalu
penasaran dengan dampak penerapan model pembelajaran jika saya menggunakan
model pembelajaran tersebut
2. Saya seseorang yang professional, yang
tidak pernah meninggalkan tugas kecuali dalam kondisi darurat tapi tugas tetap
berjalan (misalnya sedang melaksanakan piket tapi pada suatu hari kondisi badan
tidak mendukung untuk melaksanakan tugas maka saya akan segera mencari rekan
kerja untuk membantu mengerjakan tugas tersebut) saya berani bertanggung jawab
atas tugas yang diberikan
3. Saya selalu berpartisipasi dalam suatu
komunitas yang ada, untuk mendapatkan berbagai pengalaman, ilmu yang baru dan
mempunyai banyak teman. Salah satu komunitas yang saya ikuti adalah MGMP
matematika Kabupaten seluma
4. Percaya diri adalah modal utama dalam
berbagai hal, dengan percaya diri kita mampu bekerja jauh lebih baik, jika
tidak ada rasa percaya diri maka untuk memulaipun akan sulit tapi jika sudah
mempunyai percaya diri apapun akan berani melakukannya. Saya mencoba berpikir
positif terhadapa penyeleksian guru penggerak sehingga menaikkan rasa percaya
diri saya untuk mengikuti seleksi ini.
5. Saya bisa berkomunikasi dengan baik.
Komunikasi termasuk salah satu bagian utama dalam menunjang karir, komunikasi
adalah alat untuk bertukar informasi kepada seseorang, kelompok atau seluruh
masyarakat.
6. Mampu bekerja secara individual maupun
bekerja sama dalam kelompok, berbagi keahlian dan saling tolong menolong. Saya
bisa membuat RPP sendiri dan bekerja sama dengan baik dalam kegiatan akreditas
untuk kelompok perangkat pembelajaran
7. Selalu mempunyai itikat untuk
menyelesaikan hingga tuntas walaupun dalam kondisi sulit ingin menyerah.jika
membuat sebuah laporan maka laporan tersebut harus selesai tepat waktu.
Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Saya ingin menjadi guru yang professional, menjadi guru yang berdedikasi tinggi untuk Pendidikan dan berjuang memberi ilmu kepada peserta didik dan masyarakat. Dari kecil saya sudah mencita-citakan untuk menjadi guru dengan harapan melahirkan anak-anak yang yang mendapatkan ilmu dariku walaupun sedikit. Pada zaman sekarang untuk menunjang karir menjadi guru yang professional dan melakukan banyak inovasi pada dunia Pendidikan, kita harus menjadi guru yang multi ahli dan berinovasi untuk perubahan diri sendiri dan dunia Pendidikan. Saya berharap dengan menjadi guru penggerak setidaknya saya mempunyai bekal untuk melakukan inovasi. Dulu saat baru selesai kuliah, saya memasuki dunia kerja dengan bekal yang sudah didapatkan pada Pendidikan strata 1, saya melakukan proses belajar mengajar dengan berberapa model pembelajaran yang saya yakini mampu membantu siswa untuk aktif, kreatif dan memahami konsep. Tapi apa daya seseorang yang baru selesai kuliah mempunyai pandangan yang berbeda dengan guru senior dan atasan pada saat itu, karena mereka masih meyakini bahwa proses belajar dan mengajar yang terbaik adalah berpusat pada guru yaitu guru menjelaskan dan peserta didik mendengarakan, berbicara saat dipersilahkan. Selaku guru honorer yang baru memasuki dunia kerja maka jika tidak sesuai dengan atasan waktu itu maka posisi sebagai honorer dipertaruhkan. Dari dulu sampai sekarang saya selalu mencoba untuk mencari yang mampu menunjangku untuk bergerak selain ijazah yang ada. Berharap dengan menyandang guru penggerak dapat menjadi fasilitasku dan menunjangku untuk bergerak dan menggerakkan, berkreatifitas dan berinovasi. Terus mencoba pengalaman yang baru dan belajar sepanjang hayat serta bisa berperan aktif memajukan dunia pendidikan semampu yang saya bisa