Rabu, 14 Juni 2023

1. Apa Yang Memotifasi Anda Menjadi Guru Penggerak

 Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?

Saya ingin menjadi guru yang professional, menjadi guru yang berdedikasi tinggi untuk Pendidikan dan berjuang memberi ilmu kepada peserta didik dan masyarakat. Dari kecil saya sudah mencita-citakan untuk menjadi guru dengan harapan melahirkan anak-anak yang yang mendapatkan ilmu dariku walaupun sedikit. Pada zaman sekarang untuk menunjang karir menjadi guru yang professional dan melakukan banyak inovasi pada dunia Pendidikan, kita harus menjadi guru yang multi ahli dan berinovasi untuk perubahan diri sendiri dan dunia Pendidikan. Saya berharap dengan menjadi guru penggerak setidaknya saya mempunyai bekal untuk melakukan inovasi. Dulu saat baru selesai kuliah, saya memasuki dunia kerja dengan bekal yang sudah didapatkan pada Pendidikan strata 1, saya melakukan proses belajar mengajar dengan berberapa model pembelajaran yang saya yakini mampu membantu siswa untuk aktif, kreatif dan memahami konsep. Tapi apa daya seseorang yang baru selesai kuliah mempunyai pandangan yang berbeda dengan guru senior dan atasan pada saat itu, karena mereka masih meyakini bahwa proses belajar dan mengajar yang terbaik adalah berpusat pada guru yaitu guru menjelaskan dan peserta didik mendengarakan, berbicara saat dipersilahkan. Selaku guru honorer yang baru memasuki dunia kerja maka jika tidak sesuai dengan atasan waktu itu maka posisi sebagai honorer dipertaruhkan. Dari dulu sampai sekarang saya selalu mencoba untuk mencari yang mampu menunjangku untuk bergerak selain ijazah yang ada. Berharap dengan menyandang guru penggerak dapat menjadi fasilitasku dan menunjangku untuk bergerak dan menggerakkan, berkreatifitas dan berinovasi. Terus mencoba pengalaman yang baru dan belajar sepanjang hayat serta bisa berperan aktif memajukan dunia pendidikan semampu yang saya bisa

Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!

1.         Saya mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan selalu mencoba pengalaman baru, tanpa memikirkan hasilnya. Jika seseorang berpikir bahwa hasilnya hanya dua pilihan yaitu berhasil atau gagal tapi bagiku tidak ada kata gagal, hanya saja saya menemukan pengalaman-pengalaman yang berharga yang memberiku banyak ilmu pengetahuan contohnya saya selalu penasaran dengan dampak penerapan model pembelajaran jika saya menggunakan model pembelajaran tersebut

2.         Saya seseorang yang professional, yang tidak pernah meninggalkan tugas kecuali dalam kondisi darurat tapi tugas tetap berjalan (misalnya sedang melaksanakan piket tapi pada suatu hari kondisi badan tidak mendukung untuk melaksanakan tugas maka saya akan segera mencari rekan kerja untuk membantu mengerjakan tugas tersebut) saya berani bertanggung jawab atas tugas yang diberikan

3.         Saya selalu berpartisipasi dalam suatu komunitas yang ada, untuk mendapatkan berbagai pengalaman, ilmu yang baru dan mempunyai banyak teman. Salah satu komunitas yang saya ikuti adalah MGMP matematika Kabupaten seluma

4.         Percaya diri adalah modal utama dalam berbagai hal, dengan percaya diri kita mampu bekerja jauh lebih baik, jika tidak ada rasa percaya diri maka untuk memulaipun akan sulit tapi jika sudah mempunyai percaya diri apapun akan berani melakukannya. Saya mencoba berpikir positif terhadapa penyeleksian guru penggerak sehingga menaikkan rasa percaya diri saya untuk mengikuti seleksi ini.

5.         Saya bisa berkomunikasi dengan baik. Komunikasi termasuk salah satu bagian utama dalam menunjang karir, komunikasi adalah alat untuk bertukar informasi kepada seseorang, kelompok atau seluruh masyarakat.

6.         Mampu bekerja secara individual maupun bekerja sama dalam kelompok, berbagi keahlian dan saling tolong menolong. Saya bisa membuat RPP sendiri dan bekerja sama dengan baik dalam kegiatan akreditas untuk kelompok perangkat pembelajaran

7.         Selalu mempunyai itikat untuk menyelesaikan hingga tuntas walaupun dalam kondisi sulit ingin menyerah.jika membuat sebuah laporan maka laporan tersebut harus selesai tepat waktu.

Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)

Siswa di sekolah tempat saya bekerja adalah sekolah dengan siswa yang mempunyai banyak perbedaan antara anak dengan jurusan IPA dan Jurusan IPS, pada tahun ajaran 2021/2022 saya mengajar 6 kelas, 4 kelas jurusan IPS dan 2 kelas jurusan IPA. Kelas dengan jurusan IPS terdiri anak-anak yang hampir 80% malas mencatat materi yang ada pada setiap pertemuan dan 20% mencatat materi, dengan kondisi anak yang malas mencatat materi sehingga membuat hasil dari proses belajar pun juga tidak menghasilkan yang bagus. Saya mulai berpikir anak yang mencatat materi yang dijelaskan saja, saat Latihan ataupun mengambil penilaian harian saja masih belum mendapatkan nilai yang sempurna apalagi jika anak tidak mencatat. Kondisi di sekolah ini hanya meminjamkan buku paket untuk 1 semester saja, jika buku paketnya tidak cukup maka di pinjamkan saat jam pelajaran saja. Sekolah yang bertempat tinggal di desa yang jauh dari kota kabupaten dan kota provinsi, tentukan akan sulit mencari buku pinjaman di perpustakaan daerah. Perpustakaan daerah terletak di kota Bengkulu sedangkan kota tais ibu kota kabupaten seluma belum ada perpustakaan untuk memfasilitasi masyarakat untuk meminjam. Sedangakan untuk membeli sepertinya mereka juga keberatan. Jadi jalan satu-satunya untuk mengubah kebiasaan mereka yang malas mencatat adalah dengan cara memaksa mereka mencatat dengan ancaman setiap selesai pertemuan dikumpul dan akan ibu beri nilai, sehingga catatan juga akan mempengaruhi penilaian kalian. Alhamdulillah dengan jalan seperti ini anak akan mencatat materi yang di sampaikan dan setidakknya pada saat melakukan tes penilaian mereka mempunyai bahan untuk belajar. Jika seandainya kita ada kepentingan di luar kelas, maka khusus anak jurusan IPS di sekolah ini, jangan memberikan soal atau hal yang lainnya untuk mereka yang tidak bisa kita awasi di dalam kelas, karena jika diberikan soal, yang mengerjakan hanya sekitar 1 atau 2 orang saja, sisanya hanya memindahkan jawaban kawan, pada saat kawan mengerjakannya maka yang lain berkeliaran di luar kelas, jadi tugas yang paling tepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka berikan mereka tugas dengan mencatat, jika diberikan tugas mencatat, mereka akan mencatat dan menyelesaiakannya.

Tidak ada komentar: