Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Saya
ingin menjadi guru yang professional, menjadi guru yang berdedikasi tinggi
untuk Pendidikan dan berjuang memberi ilmu kepada peserta didik dan masyarakat.
Dari kecil saya sudah mencita-citakan untuk menjadi guru dengan harapan
melahirkan anak-anak yang yang mendapatkan ilmu dariku walaupun sedikit. Pada
zaman sekarang untuk menunjang karir menjadi guru yang professional dan
melakukan banyak inovasi pada dunia Pendidikan, kita harus menjadi guru yang
multi ahli dan berinovasi untuk perubahan diri sendiri dan dunia Pendidikan.
Saya berharap dengan menjadi guru penggerak setidaknya saya mempunyai bekal untuk
melakukan inovasi. Dulu saat baru selesai kuliah, saya memasuki dunia kerja
dengan bekal yang sudah didapatkan pada Pendidikan strata 1, saya melakukan
proses belajar mengajar dengan berberapa model pembelajaran yang saya yakini
mampu membantu siswa untuk aktif, kreatif dan memahami konsep. Tapi apa daya
seseorang yang baru selesai kuliah mempunyai pandangan yang berbeda dengan guru
senior dan atasan pada saat itu, karena mereka masih meyakini bahwa proses
belajar dan mengajar yang terbaik adalah berpusat pada guru yaitu guru
menjelaskan dan peserta didik mendengarakan, berbicara saat dipersilahkan.
Selaku guru honorer yang baru memasuki dunia kerja maka jika tidak sesuai
dengan atasan waktu itu maka posisi sebagai honorer dipertaruhkan. Dari dulu
sampai sekarang saya selalu mencoba untuk mencari yang mampu menunjangku untuk
bergerak selain ijazah yang ada. Berharap dengan menyandang guru penggerak
dapat menjadi fasilitasku dan menunjangku untuk bergerak dan menggerakkan,
berkreatifitas dan berinovasi. Terus mencoba pengalaman yang baru dan belajar
sepanjang hayat serta bisa berperan aktif memajukan dunia pendidikan semampu
yang saya bisa
Apa kelebihan yang
mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan
contohnya!
1. Saya mempunyai rasa ingin tahu yang
tinggi dan selalu mencoba pengalaman baru, tanpa memikirkan hasilnya. Jika
seseorang berpikir bahwa hasilnya hanya dua pilihan yaitu berhasil atau gagal
tapi bagiku tidak ada kata gagal, hanya saja saya menemukan pengalaman-pengalaman
yang berharga yang memberiku banyak ilmu pengetahuan contohnya saya selalu
penasaran dengan dampak penerapan model pembelajaran jika saya menggunakan
model pembelajaran tersebut
2. Saya seseorang yang professional, yang
tidak pernah meninggalkan tugas kecuali dalam kondisi darurat tapi tugas tetap
berjalan (misalnya sedang melaksanakan piket tapi pada suatu hari kondisi badan
tidak mendukung untuk melaksanakan tugas maka saya akan segera mencari rekan
kerja untuk membantu mengerjakan tugas tersebut) saya berani bertanggung jawab
atas tugas yang diberikan
3. Saya selalu berpartisipasi dalam suatu
komunitas yang ada, untuk mendapatkan berbagai pengalaman, ilmu yang baru dan
mempunyai banyak teman. Salah satu komunitas yang saya ikuti adalah MGMP
matematika Kabupaten seluma
4. Percaya diri adalah modal utama dalam
berbagai hal, dengan percaya diri kita mampu bekerja jauh lebih baik, jika
tidak ada rasa percaya diri maka untuk memulaipun akan sulit tapi jika sudah
mempunyai percaya diri apapun akan berani melakukannya. Saya mencoba berpikir
positif terhadapa penyeleksian guru penggerak sehingga menaikkan rasa percaya
diri saya untuk mengikuti seleksi ini.
5. Saya bisa berkomunikasi dengan baik.
Komunikasi termasuk salah satu bagian utama dalam menunjang karir, komunikasi
adalah alat untuk bertukar informasi kepada seseorang, kelompok atau seluruh
masyarakat.
6. Mampu bekerja secara individual maupun
bekerja sama dalam kelompok, berbagi keahlian dan saling tolong menolong. Saya
bisa membuat RPP sendiri dan bekerja sama dengan baik dalam kegiatan akreditas
untuk kelompok perangkat pembelajaran
7. Selalu mempunyai itikat untuk
menyelesaikan hingga tuntas walaupun dalam kondisi sulit ingin menyerah.jika
membuat sebuah laporan maka laporan tersebut harus selesai tepat waktu.
Berikan contoh perubahan,
inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata
berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal
tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif
Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda
dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Siswa
di sekolah tempat saya bekerja adalah sekolah dengan siswa yang mempunyai
banyak perbedaan antara anak dengan jurusan IPA dan Jurusan IPS, pada tahun
ajaran 2021/2022 saya mengajar 6 kelas, 4 kelas jurusan IPS dan 2 kelas jurusan
IPA. Kelas dengan jurusan IPS terdiri anak-anak yang hampir 80% malas mencatat
materi yang ada pada setiap pertemuan dan 20% mencatat materi, dengan kondisi
anak yang malas mencatat materi sehingga membuat hasil dari proses belajar pun
juga tidak menghasilkan yang bagus. Saya mulai berpikir anak yang mencatat
materi yang dijelaskan saja, saat Latihan ataupun mengambil penilaian harian
saja masih belum mendapatkan nilai yang sempurna apalagi jika anak tidak mencatat.
Kondisi di sekolah ini hanya meminjamkan buku paket untuk 1 semester saja, jika
buku paketnya tidak cukup maka di pinjamkan saat jam pelajaran saja. Sekolah
yang bertempat tinggal di desa yang jauh dari kota kabupaten dan kota provinsi,
tentukan akan sulit mencari buku pinjaman di perpustakaan daerah. Perpustakaan
daerah terletak di kota Bengkulu sedangkan kota tais ibu kota kabupaten seluma
belum ada perpustakaan untuk memfasilitasi masyarakat untuk meminjam.
Sedangakan untuk membeli sepertinya mereka juga keberatan. Jadi jalan
satu-satunya untuk mengubah kebiasaan mereka yang malas mencatat adalah dengan
cara memaksa mereka mencatat dengan ancaman setiap selesai pertemuan dikumpul
dan akan ibu beri nilai, sehingga catatan juga akan mempengaruhi penilaian
kalian. Alhamdulillah dengan jalan seperti ini anak akan mencatat materi yang
di sampaikan dan setidakknya pada saat melakukan tes penilaian mereka mempunyai
bahan untuk belajar. Jika seandainya kita ada kepentingan di luar kelas, maka
khusus anak jurusan IPS di sekolah ini, jangan memberikan soal atau hal yang
lainnya untuk mereka yang tidak bisa kita awasi di dalam kelas, karena jika
diberikan soal, yang mengerjakan hanya sekitar 1 atau 2 orang saja, sisanya
hanya memindahkan jawaban kawan, pada saat kawan mengerjakannya maka yang lain
berkeliaran di luar kelas, jadi tugas yang paling tepat untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan, maka berikan mereka tugas dengan mencatat, jika
diberikan tugas mencatat, mereka akan mencatat dan menyelesaiakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar