Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
Untuk
pertama kali memasukki sekolah ini dan menghadapi kumpulan anak-anak yang
bermasalah jelas akan sulit bagiku, apalagi saya adalah lulusan Pendidikan
matematika yang baru dan belum mempunyai pengalaman untuk menghadapi anak-anak
yang sangat luar biasa ini tapi seiring waktu berjalan dari 2016 sampai
sekarang saya bertahan di sekolah ini. Ada banyak hal yang membuat kondisi yang
semakin sulit, seharusnya dengan menghadapi kondisi anak seperti ini pihak
sekolah harus bekerja sama dengan baik untuk mendidik anak-anak agar
mendapatkan perubahan kearah positif tapi ada sebagain wali murid tidak bisa
diajak kerja sama dengan beberapa kondisi orang tua yang mempunyai tingkat
Pendidikan yang rendah, kurang memperhatikan anak dan orang tua yang mempunyai
kondisi sikap yang hampir sama dengan anak sehingga sebagian orang tua ini
sulit untuk membedakan bahwa anaknya melakukan kesalahan sedangkan mereka
sendiri tidak mengerti dengan perbedaan salah dan benar. Seperti anaknya
merokok, membangkang, berkata kasar, dan tidak pernah masuk sekolah tapi pihak
wali murid membiarkan mereka dengan menganggap itu biasa atau dalam kondisi
orang tua atau wali murid sudah menyerah menghadapi anaknya sehingga mereka
menyerahkannya kepada kami dan yang paling sulit adalah Ketika anaknya salah
dan ditegur oleh pihak guru dan orang tua/wali murid tidak setuju dengan
peneguran itu. Pada hal untuk menghadapi anaik-anak seperti ini sangat
diperluhkan kerja sama yang baik dari pihak sekolah dan pihak keluarga.
Sehingga kami tetap berjuang setiap hari memberikan yang terbaik untuk mereka
agar mereka mendapatkan ilmu mata pelajran di sekolah dan perubahan kearah yang
lebih baik. Pada suatu Ketika saat rapat saya mengajuhkan usulan untuk
penambahan trik menghadapi anak-anak ini dengan cara setiap guru dan staf
memegang 2-3 orang siswa untuk melakukan pendekatan secara intens, dan sungguh
luar biasa Ketika kita melakukan pendekatan dengan mereka, kita menemukan bahwa
mereka adalah anak-anak yang mempunyai beban hidup melebihi batas seeorang anak
yang tugasnya adalah belajar dan bermain tapi mereka adalah anak-anak Ketika
pulang sekolah langsung bekerja untuk mendapatkan uang agar bisa pergi ke
sekolah besok harinya ataupun mendapatkan uang untuk belanja. Ada yang kondisi
orang tuanya tunggal, tunggal karena kematian ataupun tunggal karena
perceraian. Setelah melakukan pendekatan secara intens, gurupun berdiskusi
membahas anak-anak yang mereka pegang, ada yang berhasil mendapatkan perubahan
yang signifikat kearah yang positif dan ada juga sulit mendapatkan perubahan,
sehingga anak yang belum ada perubahan kami berusaha mencari jalan keluar yang
lain. Dalam visi misi kami, kami harus tetap melakukan perubahan karena hanya
Kamilah yang berdiri tegak mampu memperbaiki computer rusak yang telah dibuang
menjadi computer yang canggih walapun tidak mencapai 100% target kami tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar